Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:43 WIB
Belum Ada Daerah yang Minta Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Ade Mayasanto | Jumat, 7 November 2008 | 13:08 WIB
|
Share:

JAKARTA, JUMAT — Meski dikenal selaku Bapak Pembangunan Nasional, mantan Presiden RI Soeharto hingga kini belum menerima gelar pahlawan nasional. Pada gelar pahlawan nasional dan tanda kehormatan dalam rangka peringatan hari Pahlawan Nasional 2008 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/11), pemerintah memberi gelar pahlawan nasional untuk Dr Mohammad Natsir, KH Abdul Halim, dan Soetomo atau yang dikenal Bung Tomo.

Menteri Sosial Bachtiar Chamsjah yang membawahi Panitia Pusat Peringatan Hari Pahlawan Departemen Sosial mengaku, hingga saat ini belum ada satu daerah pun yang mengajukan Soeharto selaku pahlawan nasional. "Sekarang belum ada," paparnya.

Mensos menerangkan, untuk menerima gelar pahlawan nasional, sosok yang dianggap memenuhi kriteria pahlawan semestinya diajukan daerah. "Harus ada daerah yang mengusung. Nanti organisasi atau lembaga apa. Lalu didiskusikan," katanya.

Menyikapi pemberian gelar pahlawan nasional kepada Sutomo, Bachtiar menegaskan, tidak ada intervensi terhadap Badan Pertimbangan Pahlawan Pusat (BP3) yang memberi gelar pahlawan nasional terhadap Bung Tomo.

"Tidak ada satu pun intervensi. Mereka berargumentasi dan kemudian mereka memutuskan serta diajukan kepada Presiden," ujarnya.

BP3 terdiri atas ahli sejarah, pusat sejarah TNI, veteran, intelektual, arsip nasional, dan pustakawan.

Sumber :
Persda Network