Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 16:10 WIB
Hubungan Indonesia-Jepang Harus Berkontribusi pada Dunia
| Kamis, 6 November 2008 | 23:13 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA / Kompas Images
Pelajar SD dari berbagai sekolah di Jakarta mengikuti lomba balap batok pada kompetisi "Permainan Tradisional Indonesia" di arena Indonesia Jepang Expo, JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Berbagai permainan lainnya, seperti congklak, teplek, galah asin, dan balap engrang, dilombakan dan final pada Sabtu 8 November.

JAKARTA, KAMIS--Untuk semakin memeriahkan Indonesia-Jepang Expo, Pemerintah Jepang secara khusus mendatangkan dua kelompok seni yang sudah sangat dikenal di Jepang untuk meramaikan Festival Jepang (Nihon no Matsuri), 8-9 November 2008, di arena Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta.

Dua kelompok seni itu adalah Hono-o-Daiko yang berasal dari prefektur Ishikawa dan Kantor Matsuri (Festival Kanto) dari Prefektur Akita.

Hal itu dijelaskan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri serta Direktur Bidang Penerangan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Masaki Tani, Rabu (5/11) di Jakarta.

Hono-o-Daiko adalah kelompok penabuh drum tradisional Jepang beranggotakan tiga perempuan, yaitu Akemi Jige, Chieko Kinoshita, dan Mizue Yamada. Kelompok ini dibentuk tahun 1986 yang menjadi unik karena biasanya para penabuh drum tradisional Jepang adalah kaum laki-laki.

Adapun Kanto Matsuri yang sudah berusia lebih dari tiga abad, diselenggarakan setiap tahun selama empat hari, dari 3 sampai 6 Agustus di kota Akita. Kanto adalah galah-galah yang digantungi banyak chochin (lentera kertas), jumlahnya biasanya 46 buah, dengan panjang galah bisa sampai 12 meter.

Perbarui hubungan

Mengenai hubungan RI-Jepang, Dubes Shiojiri menjelaskan, dari seminar yang diselenggarakan dua hari terkait hubungan kedua negara, para peserta umumnya sepakat bahwa hubungan RI-Jepang adalah hubungan yang istimewa dan unik.

Menurutnya, hubungan Indonesia-Jepang harus diperbarui menuju masa depan. Indonesia-Jepang harus bekerja sama bukan hanya bagi kedua negara saja, tetapi juga berkontribusi terhadap kawasan Asia dan dunia internasional. (OKI)

Sumber :
Kompas Cetak