
PALEMBANG, RABU — Seorang lelaki, Havif Sabaro, SAg (35), Rabu (5/11) pagi, terjun bebas dari lantai 5 Pusat Perbelanjaan Internasional Plaza (IP) di Palembang.
Pantauan di lapangan menyebutkan, korban jatuh dari lantai lima dan langsung menghantam etalase Fresh Celuler di lantai dasar. Bercak darah terlihat di kaca etalase tersebut, sedangkan korban sudah dibawa ke RS Siti Khadijah.
Menurut Untung, petugas keamanan IP, sekitar pukul 8.45 dirinya melihat seorang lelaki yang mondar-mandir. Lelaki tersebut menurut Untung mengenakan baju kaus bermotif garis-garis kuning dan merah. Saat melihat lelaki tersebut dirinya sudah memberitahu bahwa IP belum buka. Namun, lelaki itu terlihat berusaha untuk mencari pintu masuk ke IP.
Sekitar pukul 09.00 IP baru buka. Saat itulah korban masuk ke IP ketika ada seorang pegawai toko di lantai lima bernama Suroso masuk.
Suroso yang ditemui Sripo mengatakan, ketika itu Havif memang masuk bersama dirinya. Havif, menurut Suroso, naik ke lantai lima, sedangkan Suroso turun ke lantai bawah setelah membuka tokonya dan bermaksud untuk mengeluarkan mobil di lantai bawah.
Ketika Suroso berada di lantai bawah itulah dia mendapat informasi ada orang yang jatuh dari lantai lima. Saat itu dirinya melihat orang yang jatuh tersebut memang orang yang ikut naik ke lantai lima bersama dirinya.
Havif Sabaro adalah warga Jalan Raden Fatah No 2, RT 2 RW 42, Kelurahan Ilir Barat I, Palembang. Diduga Hafiv sengaja melompat dari lantai lima di dekat 21 dan langsung terjun bebas ke atrium menghantam etalase toko. Saat jatuh, korban ditemukan oleh Asari Hasan (41) yang sehari-harinya bekerja sebagai koordinator satpam IP.
Korban hingga saat ini masih dirawat di RSI Siti Khadijah. Kondisi korban mengalami patah kaki kanan, luka di kaki kiri, pelipis kanan, dan jari tangan semuanya luka akibat pecahan kaca.
Evi (35), istri Hafiv, sudah datang ke RSI Siti Khadijah bersama putri korban, Siti Nur Fadilah. Menurut Evi, suaminya selama ini memang menjadi pasien RS Ernaldi Bahar. Korban sudah dua kali dirawat di RS Ernaldi Bahar, yaitu pada 2003 dan Juli 2008 sempat dirawat selama dua minggu. Saat ini pun Hafiv masih berstatus pasien rawat jalan.
Masih menurut Evi, suaminya mengalami tekanan jiwa sejak 2003. Saat itu Hafiv yang berstatus sebagai salah satu guru di SMA PPKP dicalonkan sebagai Kepala Sekolah di sekolah swasta di kawasan Tanjung Api-Api. Namun, rencana itu tidak terlaksana dan hafiv pun mengalami depresi. Aang Hamdani/Dewi Handayani