JAKARTA, RABU - Penjualan bahan bakar minyak jenis pertamax mengalami kenaikan seiring terus turunnya harga BBM non subsidi itu. Di beberapa SPBU di Jakarta penjualan pertamax naik sekitar 30 persen. Harga pertamax saat ini hanya Rp 7 ribu per liter hampir mendekati harga BBM bersubsidi premium Rp 6 ribu per liter.
Menurut kepala SPBU Palmerah Utara Widodo kepada Kompas.com, peningkatan penjualan pertamax terjadi sejak 1 November lalu karena banyak konsumen yang beralih ke pertamax dari yang semula menggunakan premium. "Biasanya sehari kita menyediakan stok premium hingga 30 ribu kilo liter per hari dan pertamax hanya setengahnya sekitar 15 ribu kilo liter per hari. Sekarang kita menambah stok sekitar 20 persen untuk memenuhi peningkatan permintaan pertamax akhir-akhir ini," ujar Widodo.
SPBU Pertamina dengan rekanannya PT Panca Unggul ini, menurut Widodo, belum ada rencana untuk menurunkan stok premium. "Permintaannya masih bagus dan kalau nanti harga premium turun sekitar Rp 500-800 kan malah susah kalau stok dikurangi, jadi kita tunggu langkah pemerintah selanjutnya," ujar pengelola SPBU yang sudah berdiri 1 tahun ini.
Selain itu, Widodo menuturkan pengurangan atau penambahan stok mengikuti penjualan baik itu premium maupun pertamax. "Kalau harganya menjadi sekitar Rp 5 ribu mungkin permintaan justru bagus, yang sekarang menggunakan pertamax balik lagi ke premium, sayang kan kalo stok dikurangi," jelasnya.
Demikian juga dikatakan manajer SPBU di daerah Pejompongan yang enggan disebut namanya, ia mengakui banyak konsumen yang beralih dari premium ke pertamax. "Ya karena cuma beda Rp 1.000 dengan keuntungan pertamax lebih irit, oktannya lebih tinggi dan lebih hemat maka banyak yang beli pertamax. Saya sampai tambah pasokan pertamax hingga 30 persen dari yang semula 15 kilo liter menjadi 45 kilo liter per hari," tuturnya.
Ia menegaskan memang harga BBM bersubsidi seharusnya lebih rendah dari pertamax. "Kita tinggal nunggu dari pemerintah, kalau premium turun menjadi sekitar Rp 4 ribu - Rp 5 ribu ya tentu stok kita tambah, karena orang pasti beralih ke yang paling murah," jelasnya.
