Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Februari 2012 | 14:37 WIB
Bersih Lingkungan, Cegah Penyakit Mewabah
Cornelius Helmy Herlambang | Selasa, 4 November 2008 | 20:36 WIB
|
Share:

KOMPAS/ABUN SANDA

BANDUNG, SELASA - Timbulnya beberapa wabah penyakit ketika musim penghujan tiba berkaitan erat dengan kerusakan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, disamping menjaga kebersihan diri, masyarakat diminta saling peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Hany Rono Sulistyo, Selasa (4/11) di Bandung, beberapa penyakit yang banyak ditemui saat tiba musim hujan antara lain demam berdarah, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), dan diare.

Hany mengatakan, kerusakan lingkungan membuat daerah resapan air di beberapa daerah hilang. Akibatnya, air hujan mengalir tanpa tersaring ke dalam tanah. Akibatnya, air menggenang dan menjadi tempat pembiakan bagi nyamuk atau bakteri penyakit lainnya. Hal ini tidak hanya terjadi di daerah kota tapi juga di pedesaan.

Berdasarkan data Dinkes Jabar, hingga Juni 2008, terdapat tercatat 12.146 penderita dengan 103 diantaranya meninggal dunia. Jumlah penderita terbanyak terjadi pada bulan Februari dengan 2.5 42 orang dengan 25 orang meninggal dunia. Penderita DBD paling banyak ditemukan di Kota Bandung dengan 2. 430 orang dan diikuti Kota Bekasi dengan 2.082 orang.

Kerusakan lingkungan juga rentan membuat banyak orang t erganggu saluran pernafasannya. Minimnya daerah hijau membuat polusi udara meningkat di beberapa daerah Jabar. Hal ini menyebabkan jumlah pasien penderita ISPA, yang mayoritas balita, tinggi.  

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jabar tahun 2007, dari 3.923.864 anak balita, jumlah penderita ISPA mencapai 1.004.638 anak. Sebanyak 116.784 anak balita di antaranya digolongkan penderita pneumonia dengan jumlah terbanyak (65.729 anak) berusia 1-4 tahun. Sebanyak 887.854 anak lainnya tergolong penderita bukan pneumonia dengan jumlah terbesar (593.835 anak) berusia 1-4 tahun.

Disebutkan juga, penderita ISPA banyak ditemui di daerah dengan tingkat polusi tinggi. Kabupaten Bandung merupakan wilayah dengan penderita ISPA terbanyak (132.878 orang), diikuti Kabupaten Cirebon (101.959 orang), dan Kabupaten Karawang (66.832 orang).

Diare juga tidak luput dari buruknya kondisi lingkungan. Menurut Fita Rosemary, Kepala Subdinas Penyehatan Lingkungan Dinkes Jabar , mengemukakan, kebersihan dan gaya hidup masyarakatlah yang menentukan.  

"Selain itu, masyarakat juga dituntut menjaga lingkungannya. Masing-masing individu diharapkan bertanggungjawab sehingga penyebaran wabah penyakit bisa diminimalkan," katanya.

Pada evaluasi periode Januari-Juni 2008, kasus diare di Jabar dialami 355.867 orang. Jumlah terbesar datang dari Kabupaten Bandung (52.114 orang) dan Kabupaten Cirebon (56.229 orang). Saat itu, dalam dua semester jumlah penderita mencapai 1.093.941 orang. Penderita terbanyak berasal dari Kabupaten Bandung dengan 148.282 orang, Kabupaten Bogor (136.682 orang), dan Kabupaten Cirebon (98.799 orang).