DOHA, QATAR, SELASA - Petenis puteri Venus dan Serena Williams tidak menggunakan hak memilih dalam pemilihan presiden AS, Selasa ini. Kepercayaan mereka tidak mengijinkannya.
Williams bersaudara yang telah mengantongi 16 gelar juara grand slam tersebut sat ini tengah berada di Qatar mengikuti turnamen akhir tahun Sony Ericsson Championships. Mereka merupakan pengikut aliran saksi Yehova dan pernah mengatakan tidak diperbolehkan ikut memilih.
Meski begitu, Serena beranggapan perempuan mendapat porsi istimewa dalam pemilihan presiden AS kali ini. Meski ia tidak secara spesifik menyebutkan nama cawapres partai Republik, Sarah Palin mau pun capres yang kalah dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.
"Saya selalu mendukung perbaikan posisi buat wanita secara umum," kata Serena. "Jadi saya ingin melihatnya berkembang di seluruh dunia. Tanpa wanita, kita akan melangkah kemana?"
Sementara kakak Serena, Venus lebih berhati-hati bicara tentang persamaan hak terutama yang terjadi di Timur tengah. "Kami datang ke sini untuk fokus memenangi pertandingan," kata Venus. "Kami tidak ingin fokus pada hal-hal yang lain," katanya.
Dua tahun lalu, Williams bersaudara menjadi sukarelawan untuk mempromosikan persamaan hak untuk perempuan sebagai bagian dari program WTA dan UNESCO. Sementara kaum perempuan Qatar memiliki kesempatan terbatas untuk berkiprah di negara Timur Tengah tersebut. Di Olimpiade Beijing lalu, Qatar bersama Saudi Arabia mengirim kontingen yang melulu terdiri dari atlet pria.
Namun Venus kembali menegaskan dia bersama para petenis lainnya datang ke Qatar hanya untuk ikut dalam turnamen berhadiah 4.55 juta dolar AS tersebut. " Saya kira setiap negara punya cara hidup sendiri. Bukan kewajiban kami untuk datang di sini dan meminta orang mengubah cara berpikir mereka," kata Venus.

