Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:35 WIB
Anak-anak Menteng Berdoa Obama Menang
| Selasa, 4 November 2008 | 10:39 WIB
|
Share:

Ketika Sri Murtiningsih menanyakan cita-cita kepada murid-murid kelas III, ada yang ingin menjadi dokter, pilot, atau insinyur. Lalu, seorang bocah berambut keriting mengacungkan tangan. Dia menjawab ingin menjadi presiden.

Kini, 40 tahun kemudian, bocah itu tinggal selangkah lagi meraih cita-citanya. Dialah Barack Obama, calon presiden AS berkulit hitam pertama. Nasibnya ditentukan hari ini, Selasa (4/11), ketika rakyat AS memilih presiden.

Seperti Murtiningsih, mayoritas masyarakat internasional pun berdebar menunggu hasil pemilu bersejarah yang bisa mengubah pandangan masyarakat dunia terhadap AS. Banyak yang percaya pengalaman internasional Obama bisa membantu memperbaiki citra buruk yang kini disandang AS. Dalam beberapa jajak pendapat terakhir, 70 negara berharap Obama terpilih menjadi presiden AS.

“Obama adalah harapan terbaik untuk kebangkitan AS,” tulis The Australian Financial Review dalam editorialnya. Surat kabar Uni Emirat Arab, The Gulf News, menulis bahwa hanya Obama yang bisa memperbaiki kerusakan besar yang diciptakan pemerintahan Presiden George W Bush pada citra AS, terutama di Timur Tengah.

Sementara itu, hanya karena kesamaan nama, sebuah kota di Jepang yang bernama Obama, tak kalah dalam menyiapkan pesta kemenangan capres AS itu. Mereka memasang spanduk panjang di kawasan perbelanjaan kota. Seorang pembuat kue tradisional meningkatkan produksi kue karena dia akan membagikannya secara gratis jika Obama menang. “Menurut jajak pendapat, sepertinya dia akan menang. Jadi, saya harus bersiap-siap,” ujarnya penuh optimisme.     

Yang nyeleneh adalah Vietnam yang berharap John McCain menang. McCain pernah menjadi tawanan perang Vietnam selama lebih dari lima tahun. Sebagai senator, McCain membantu normalisasi hubungan kedua negara.    

Sementara itu, rakyat Pakistan juga berharap cemas terhadap presiden baru AS, siapa pun yang terpilih nanti. Masa delapan tahun terakhir, sejak AS dan NATO menduduki Afghanistan, tak pelak berpengaruh pada keamanan dan perekonomian Pakistan, kata Muhammad Zubair, seorang pengacara berusia 33 tahun dari Lahore. Dia berharap Obama menang. “Saya berharap pilpres ini membawa perubahan pada Pakistan juga.”    

Harapan akan kemenangan Obama sangat besar sehingga SDN Menteng 01, tempat Obama bersekolah di Jakarta dulu, mendoakannya secara khusus dalam upacara bendera pada Senin (3/11) pagi. Mantan guru dan teman-temannya masih ingat jelas bagaimana Obama pada masa kecil. Bocah berpipi tembam itu mereka kenal sebagai pekerja keras, periang, dan kadang-kadang nakal. “Saya berharap cita-citanya terwujud,” kata Murtiningsih yang kini berusia 69 tahun. Obama bersekolah di SDN Menteng 01 antara 1969 dan 1970, yaitu kelas III dan IV. ap/kis

Sumber :
Surya