Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 15:48 WIB
Puisi-puisi Kurniawan Yunianto
| Senin, 3 November 2008 | 23:50 WIB
|
Share:

www.TPGImages


SAAT MATI TINGGAL SEHARI

Serupa mengulum segenggam garam
tak kuasa menebar senyum supaya hati kembali tentram

melebam sudah di wajah
nyaris karam, padahal telah jauh ke tengahtengah

ke meyakini
bahwa saatsaat mati tinggal sehari tak bisa ditukarganti 

TARIAN CINTA

tarian cinta memeluk lekap sekalian jiwa lelap
selain pukau yang terasa tak ada lagi yang tersisa
nyaris tiap gerak tubuh tak ada yang siasia

sebuah tarian telah menjadi saksi bagi para pencinta sejati

penaripenari yang telah berhasil melupakan
tiap gerak yang pernah dilakukan

ANGIN TERTIKAM

bersandar pada dinding kamar
yang kau penuhi dengan keyakinan
menghela langkah ke persimpangan

heran, angin apa gerangan
yang telah membikin kakikaki timpang

sekian waktu di halte menunggu
barangkali kebosanan itu, sayang
yang telah memelukmu semenjak kau datang 

akhirnya kau tikam juga angin itu
tapi entah kenapa ia menolak mati di pangkuanmu

MENYATUKAN  KEHENDAK

tak ada yang dapat mengelak
betapapun telah mengunjungi banyak kelak
mengingatkan sesuatu pada kisahkisah pewayangan

parikesit akan tetap menjadi raja
dan para ksatria terdahulupun memilih laku dan mituhu
ketimbang heran dan termangu

siapapun kiranya
tak bisa lagi menolak
hanya pasrah menyatukan kehendak

pada siang dan malam
yang di teramat dulu telah kukuh membagi kehidupan

tak kunjung pudar
selalu setia pada garis edar
seperti matahari, rembulan dan bintang

SEBUAH PERJALANAN TERHENTIKAN

sepanjang  perjalanan ke rumah mu
ditemani oleh butirbutir debu
betapa terasa kesetiaannya pada udara kering
berputarputar melayang berloncatan menggelinjang

sekian lama
pada akhirnya diceritakan pula segenap peristiwa

mereka yang lalulalang
terengahengah, dengan nafas kering yang baunya menyengat
tertatihtatih, dengan langkah tak karuan arah
ada yang tak sabaran dengan tas besar di kedua tangan
bergegas entah kepada siapa

satu niatan telah diupayakan terjaga 
tapi setelah tikungan terakhir sekian jengkal dari alamat tujuan
ada kubangan air sisa hujan kemarin yang belum sempat menguap
tercermin di permukaannya segala beban yang kemudian terasa memberat

bikin termangu
terlebih ketika muncul wajahmu
di permukaan kubangan air berkerut
yang tibatiba saja kusangka laut

lelah yang sangat,
entah sampai kapan segenap tenaga kembali terserap

beginilah seringkali banyak perjalanan terhentikan dibuai harap

GUSTI YANG MANA, TUHANNYA SIAPA

saatsaat penghormatan
saatsaat rasa terimakasih dilantunkan
mantra puji puja aroma bunga dupa
menyatu pada malam
: di atas pusara  di atas makam

pada batubatu nisan
terselip keinginan dan harapan
hampir  selalu dan nyaris semua
di selasela riuh yang menggemuruh
: kenapa tapi malam ini, kau bikin keruh

mereka sedang senang melakukannya
meski kenyataan belum juga tiba
meski kau kata siasia

ya …  barangkali saja
kerna tuhan mu tak berada di sana
dan  bukankah kau juga Tak Pernah tahu
gusti yang Mana yang mereka temu
: Oii …. betapa … sungguhsungguh menjelma Dusta

MAKHLUK BERTANDUK PENUH SUKACITA

langit nyaris tak berawan
kuning bersemburat jingga kemerahan
semilir angin perlahan menghela mentari ke peraduan
di halaman depan
mobil motor lalulalang
bayang pepohonan bergerak berlawanan
sesekali bertubrukan
bikin perasaan benarbenar rawan

di panjang rentang penantian
akhirnya ada juga yang datang
dengan palu besi tergenggam tangan
tidak kemudian dihatamkan
tapi perlahanlahan
dengan segenap hati
ia paksakan pelanpelan melesak
jauh ke dalam benak
dan membiarkannya begitu saja
berkarat di  kepala

rasa rawan kini telah bertukarganti
dengan penuh santun dipersilahkannya
takut cemas  dan waswas
kembali mukim dan mengeram lama di sini

:  ke putus asa netas menanti   tinggal menunggu hari

lalu makhlukmakhluk dengan dua  tanduk di kepala
akan segera mengelilingi
sabar  menunggu tetapi penuh sukacita

--------------

KURNIAWAN YUNIANTO LAHIR DI SEMARANG PADA TANGGAL 19 JUNI 1971. MUKIM  DI
PERUMAHAN BUMI WANAMUKTI A2 NO. 4 SAMBIROTO  -  SEMARANG.

TAHUN 1990 -1995 AKTIF PADA KELOMPOK TEATER  ES-A SEMARANG
SEBAGAI AKTOR DAN SUTRADARA

TAHUN 1994 - 2003 AKTIF PADA KELOMPOK TEATER TARI   GREGET
SEBAGAI AKTOR DAN PENARI

TAHUN 1995 DUTA SENI JATENG KE SINGAPURA

TAHUN 1996 DUTA SENI  JATENG KE  SIDNEY,  AUSTRALIA

MENULIS  PUISI  DAN  NASKAH  DRAMA  DIPENTASKAN  DI KAMPUS PERGURUAN TINGGI  DAN
GEDUNG PERTUNJUKKAN DI KOTA SEMARANG

MULAI JUNI 2007 HINGGA SEKARANG AKTIF PADA WARUNG NASI GORENG  CIPTO ROSO SEBAGAI  KOKI DAN PEMILIK

BLOG      HUTANSEMARANG.BLOGSPOT.COM