Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:34 WIB
YLKI: Segera Tanggapi Soal Telur Bermelamin
Abdi Susanto | Senin, 3 November 2008 | 20:27 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah dalam hal ini Ditjen Peternakan Deptan dan Departemen Perdagangan untuk segera merespon isu telur bermelamin asal China.
    
"Ditjen Peternakan dan Depdag diminta segera menjelaskan kepada masyarakat apakah Indonesia mengimpor telur dari China atau tidak agar masyarakat tidak resah," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Huzna Zahir yang dimintai komentarnya di Jakarta, Senin.

Kalau memang ada impor (telur bermelamin, red) , urainya, maka pemerintah diminta segera melakukan sampling dari sumber-sumber yang potensial tercemar dan memperjelas bagaimana tanggung jawab importir.

Jika memang tidak ada impor telur dari China, lanjut dia, maka Pemerintah tetap diminta menjelaskan tentang kemungkinan ditemukannya telur ilegal yang berasal dari China di Indonesia, terkait banyak ditemukannya telur palsu asal China.
    
"Kami pertanyakan juga bagaimana pemerintah mengantisipasi kemungkinan masuknya telur ilegal asal China. Dengan respon pemerintah ini diharapkan masyarakat dapat terlindungi," katanya.

Pada 25 Oktober 2008 , Pusat Keselamatan Makanan (CFS) Hong Kong menemukan telur dan biskuit yang setelah dilakukan uji coba di laboratorium ternyata mengandung melamin yang kemudian segera menjadi isu besar.

CFS menyatakan, sampel dari Select Fresh Brown Eggs (Extra Large), yang dihasilkan oleh Dalian Hanwei Chicken Farmin Limited --yang berpusat di China, didapati telur mengandung 4,7Ppm (bagian per juta) melamin.

Berdasarkan Peraturan mengenai Bahan Berbahaya dalam Makanan, batas sah kandungan melamin di dalam makanan ialah 2,5Ppm.

Sementara itu,  produk Croley Foods Sunflower Crackers Blueberry Cream Sandwich memiliki kandungan melamin yang dideteksi sebesar 3,2Ppm.

Biro di Hangzhou juga telah melakukan pengujian terhadap 27 merek telur yang dijual oleh sejumlah perusahaan di kota tersebut dan hasilnya telur dengan merek Ciyunxiang mengandung 3,5 mg melamin di setiap kilogramnya. Sementara telur dari merek lain dinilai aman dikonsumsi.

Sumber :
Antara