LAMONGAN,SABTU-Sebelum pelaksanaan eksekusi, keluarga terpidana mati Bom Bali I Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudra berharap diberi kesempatan untuk membesuk terakhir kali ke LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Kakak Amrozi, ustad Khozin, Sabtu (1/11) mengatakan keluarga telah dihubungi Tim Pembela Muslim untuk ke Cilacap. Keluarga berangkat untuk membesuk Amrozi cs, sekaligus memastikan apakah eksekusi akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Yang berangkat Ali Fauzi (adik Amrozi) dan Sumarno (keponakan Amrozi).
"Keluarga berangkat atas permintaan TPM. Kami berharap keluarga bisa bertemu bila eksekusi benar-benar dilaksanakan. Kami belum berpikir masalah pemakaman," kata Khozin.
Sementara itu, lapangan Desa Payaman, Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan didapati tulisan berbentuk huruf H yang dituliskan dengan kapur ukuran 6 meter X 8 meter. Warga sekitar menduga lapangan itu akan dijadikan heliped untuk pendaratan helikopter yang membawa jenazah Amrozi dan Ali Ghufron setelah dieksekusi.
Kepala Desa Payaman, M Rofik menyatakan adanya tanda huruf itu tanpa sepengetahuan pemerintah desa. "Soal apakah lapangan ini nanti dipakai untuk heliped atau tidak saya tidak tahu," katanya.
Sebelumnya pada Jumat (31/10) sekitar pukul 21.15 ada mobil patroli polisi yang meninjau lapangan Bulubrangsi Kecamatan Laren. Kepala Desa Bulubrangsi, Fauzul Khotim mengatakan dirinya ditemui sekitar enam polisi yan g menyatakan akan pinjam lapangan untuk pendaratan helikopter. Namun waktunya kapan belum jelas. "Kalau hujan juga belum tentu dipakai," kata Fauzul.
Pada Sabtu (1/11) pukul 00.00 dinihari, sebagian warga, polisi yang tidak berseragam dan TNI begadang. Wartawan juga siaga sambil bersenda gurau menanti detik-detik eksekusi. Ada yang berkumpul di Kantor Koramil Solokuro, Balai Desa Tenggulun ada pula yang tidur-tiduran di emperan rumah warga.
Bahkan ada wartawan yang masih mengambil gambar situasi dini hari di kampung Amrozi hingga pukul 03.00 . "Kalau begini, warganya pulas, wartawannya ronda malam," celutuk seorang wartawan.
Di tengah jalan kampung, sekelompok warga merebus mis instan di atas wajan yang direbus dengan kompor minyak. Sedang di tepi lapangan Bulubrangsi ada yang membuat api unggun. "Enaknya melekan (begadang-Red) saja, biar bisa lihat kalau sewaktu-waktu ada pesawat helikopter mendarat," kata warga Desa Bulubrangsi
Namun warga dan wartawan kecele karena hingga Sabtu pagi Amrozi cs belum dieksekusi. Tetapi penjagaan sejumlah objek vital ditingkatkan.
Penjagaan Objek Vital
Kepala Subbagian Binamitra Kepolisian Wilayah Bojonegoro Komisaris Dody Eko Wijayanto mengatakan sterilisasi dilakukan termasuk di lapangan minyak di Blok Cepu, lapangan minyak Mudi dan Sukowati, pabrik semen di Tuban dan tempat wisata seperti Wisata Bahari Lamongan disterilkan oleh kepolisian resor masing-masing.
Lamongan Integrated Shore Base, industri jasa kepelabuhanan, pergudangan dan penyimpanan di Paciran Lamongan Jumat (1/11) dijaga 25 personel pasukan Brigade Mobil secara tertutup. Salah seorang anggota Brimob Polda Jatim yang bertugas Inspektur Satu Budi Santoso menyatakan sebelum ada pengumuman eksekusi terpidana mati Bom Bali I dilaksanakan awal November LIS dijaga 10 orang. "Saat ini masih kondusif, personel yang disiagakan 25 orang. Namun bila situasi kurang kondusif bisa ditambah," katanya.
