JAKARTA, SABTU - Baru-baru ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat iklan politik dengan memakai gambar KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Namun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak terlalu mempersoalkan hal itu, dan bahkan PKB tidak khawatir merosotnya perolehan suara pada 2009 akibat iklan politik PKS tersebut.
Menurut Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, warga NU sekarang sudah lebih pintar dan jeli dalam memilih partai politik, yang benar-benar mewadahi masyarakat Nahdlatul Ulama. "Iklan PKS tidak usah dipikirkan secara serius, karena warga NU pasti akan memilih PKB sebagai partainya," kata Muhaimin di Jakarta, Sabtu (1/11).
Meskipun tidak mengkhawatirkan iklan tersebut, Cak Imin, panggilan Muhaimin menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh PKS dengan mengikutsertakan gambar pendiri NU tersebut. "Seharusnya mereka itu minta izin terlebih dahulu sama PBNU, minta penjelasan boleh apa tidak memakai gambar KH Hasyim Asyari. Jangan asal tayangin begitu saja," tambah Cak Imin.
Namun, baik Cak Imin maupun PKB tidak akan memprotes atau menempuh jalur hukum atas penayangan iklan politik tersebut. "Semua itu tergantung sama pengurus PBNU, karena mereka yang lebih mempunyai hak untuk memutuskan hal itu," jelas Cak Imin.
