Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:32 WIB
Generasi Muda, Target Hubungan Indonesia-Jepang
Caroline Damanik | Sabtu, 1 November 2008 | 14:03 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Sebanyak 100 siswa SMP mengikuti upacara pelepasan keberangkatan pertukaran pelajar ke Jepang di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Senin (30/6). Para pelajar SMP dari berbagai sekolah ini terpilih dalam program JENESYS, pertukaran siswa dan pemuda Jepang-Asia Timur, untuk tinggal selama 10 hari di Jepang, mengikuti kegiatan sekolah dan kebudayaannya.

TERKAIT:

JAKARTA, SABTU - Generasi muda merupakan target yang ditetapkan Indonesia dan Jepang dalam perayaan emas hubungan diplomatik Indonesia-Jepang di acara Indonesia-Japan Expo (IJE) 2008 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (1/11). Hal ini tersirat dalam pernyataan manfaat perayaan emas ini baik dari pihak Indonesia maupun Jepang.

Presiden Komisaris Kompas Jakob Oetama mengatakan momen ini menjadi kesaksian hasil kerja keras para pendahulu Indonesia dan Jepang dalam bekerja sama dalam berbagai sektor, terutama sektor industri dan budaya. "Ini memperlihatkan kerja sama hasil dari kerja keras dan pengolahan indutri sehingga memberi inspirasi kepada anak muda dan kepada pebisnis untuk bisa melihat kesempatan berkontribusi melalui cara masing-masing," ujar Jakob dalam keterangan pers usai pembukaan IJE 2008.

Hal senada juga dilontarkan oleh CEO Panasonic Gobel Indonesia Rachmat Gobel. Menurut Gobel, perayaan dalam expo ini memberikan gambaran bagaimana teknologi ke depan di tengah maraknya isu pemanasan global. Cara tiap perusahaan menunjukkan keunggulan teknologinya sendiri dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda dari kedua negara untuk bekerja sama mengembangkannya di kemudian hari.

Sementara itu, mantan PM Jepang Yasuo Fukuda menjelaskan bahwa dalam peringatan emas ini, hal penting yang ingin diperluas oleh Jepang adalah pertukaran pelajar dan pemuda. Diharapkan melalui interaksi terhadap berbagai aspek baik dan buruk kedua negara, hubungan dapat tercipta lebih erat. "Indonesia dan Jepang memiliki berbagai aspek baik dan buruk. Tapi kedua aspek itu sangat penting untuk memperdalam pemahaman satu sama lain terutama bagi orang muda dalam pertukaran pendapat yang mentransformasi," kata Fukuda.