Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:29 WIB
Hari Ini Presiden Buka Indonesia-Japan Expo
Caroline Damanik | Sabtu, 1 November 2008 | 08:44 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Indonesia-Jepang Expo 2008 di Jakarta Indonesia Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11). Kerjasama ekonomi, teknologi, sosial dan budaya ini diselenggarakan oleh Kompas Gramedia bekerjasama dengan Nikkei Keizai Shinbun guna memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Kegiatan dimeriahkan dengan diskusi dan berbagai lomba berlangsung hingga Minggu (9/11) mendatang.

TERKAIT:

JAKARTA, SABTU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka Indonesia-Japan Expo 2008 di JIExpo Kemayoran Jakarta hari ini, Sabtu (1/11). Rangkaian pameran hingga tanggal 9 November ini diselenggarakan untuk merayakan 50 tahun hubungan persahabatan pemerintahan Indonesia dan Jepang. Selain Presiden SBY, akan hadir pula Former Prime Minister Jepang Yasuo Fukuda serta Dubes Jepang untuk Indonesia.

Humas Kompas Gramedia, Nugroho F. Yudho mengatakan orang-orang penting kedua negara ini akan hadir untuk mengukuhkan kembali persahabatan Indonesia dan Jepang ke depannya. "Ke depan kita harapkan bisa menata, memperbaiki dan meningkatkan hubungan Indonesia dan Jepang terutama di bidang ekonomi," ujar Nugroho sebelum acara pembukaan dimulai.

Terdapat dua acara besar dalam perayaan 50 tahun ini yaitu expo dan juga simposium. Untuk expo selama sembilan hari ini merupakan inisiatif surat kabar nasional Indonesia, Kompas dan surat kabar nasional Jepang, Nikkei. Panitia mengundang segenap kalangan industri dari kedua negara dan dari berbagai kelas. Mulai dari onderdil hingga mesin berat, mulai dari tempe hingga batik.

Tercatat sekitar 109 sektor usaha akan bergabung dalam acara ini. "Itu menu utama sebagian besar acara ini. Tapi juga ada acara budaya dan kesenian," tandas Nugroho.

Tentu saja kedua kesenian negara ini akan ditampilkan, seperti Taiko, semacam bedug dari Jepang dan Harajuku. Sedangkan dari Indonesia, keunikan mainan tradisional seperti enggrang dan engklek akan menjadi salah satu yang memeriahkan. Indonesia dan Jepang juga akan berkolaborasi dalam Urban Art menampilkan keindahan grafiti di truk kontainer.

Nugroho menambahkan uniknya perayaan 50 tahun hubungan diplomatik ini sebenarnya berawal dari prakarsa antar komunitas budaya untuk merayakannya. "Akhirnya pemerintah ikut mendorong dan diserahkan ke business to business, dalam hal ini bisnis media," tutur Nugroho.