YOGYAKARTA, JUMAT - Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Raja Keraton Kasultanan Yogyakarta mengajak meninggalkan sikap saling menyalahkan dan mau menang sendiri.
"Idul Fitri hendaknya dapat menjadi momentum untuk belajar dari kesalahan yang telah kita perbuat dengan mengubur segala kekurangan, dan melanjutkan hal-hal yang baik yang telah kita lakukan," katanya pada Syawalan Abdi Dalem Kaprajan (pegawai keraton) di Bangsal Kepatihan Jl Malioboro Yogyakarta, Jumat.
Sultan juga mengajak membangun negeri yang dulu bernama Ngayogyakarta Hadiningrat ini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Pada hari berikutnya semoga kita mampu membuka lembaran hidup baru dengan tetap istiqomah dalam fitrah, dan tidak lagi mengotorinya dengan goresan tinta hitam yang menjauhkan kita dari persaudaraan," kata gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini.
Ia juga mengajak mengasah kembali kepekaan fitrah dengan memaknai taslim atau berserah diri sepenuhnya ke hadirat Allah SWT, dan dengan semangat silaturahmi membangun suasana aman serta damai antar sesama anak bangsa.
Dengan semangat Idul Fitri, kata Sultan, kekusutan tali silaturahmi antar individu atau golongan diurai kembali. "Benang-benang ukhuwah islamiah dan ukhuwah watoniah dirajut kembali agar semakin menguat. Dengan demikian, tidak ada lagi kegamangan untuk melangkahkan kaki menuju silaturahmi dan rekonsiliasi yang dijiwai semangat islah yang hakekatnya bersifat fitri," katanya.
Menurut dia, Islam diturunkan tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga bagi segenap umat manusia. "Demikian pula Nabi Isa yang mengajarkan kasih, sesungguhnya kasih itu tidak hanya diperuntukkan bagi umat Kristiani saja," katanya.
Kedua risalah kenabian tersebut, kata Sultan seharusnya tidak dipersempit hanya bagi umat agamanya masing-masing, namun hendaknya diperluas sebagai pesan bagi seluruh anak bangsa dan umat manusia.
"Hendaknya kita juga membayangkan indahnya persahabatan yang menggambarkan betapa suasana kebahagiaan berada di tengah persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa," kata Sultan HB X.
