Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:27 WIB
Wahyu Bangun Jaringan Teroris Baru
| Kamis, 30 Oktober 2008 | 06:51 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS - Tersangka kasus teroris yang menghuni rumah kontrakan di Jalan Gading Sengon 7 RT 05/ RW 14, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rusli Mardani alias Wahyu Ramadhan alias Uci alias Farid alias Zulfikar, ternyata tengah membangun jaringan baru teroris dengan nama Tauhid wal Jihad.

"Tersangka Wahyu membuat jaringan baru dengan nama Tauhid wal Jihad," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira, Rabu (29/10).

Namun tidak dijelaskan lebih lanjut tentang jaringan baru teroris yang dibangun pria kelahiran Bolaangmongondo, 14 April 1982 ini. Juga tidak dijelaskan berapa jumlah anggota dan luas jangkauan jaringan Tauhil wal Jihad yang dirintis Wahyu ini.

Ketika didesak pertanyaan wartawan, apakah jaringan Tauhid wal Jihad ini sudah mencakup wilayah Jawa dan luar Jawa, Abubakar hanya menyatakan mungkin. Sebab Wahyu berangkat dari kelompok teroris yang berbasis di Poso dan Ambon. Sementara sekarang ia membangun jaringan Tauhid wal Jihad dengan basih wilayah di pulau Jawa. Namun demikian Abubakar mengaku belum tahu banyak tentang jaringan teroris Wahyu ini. "Saya sendiri belum tahu. Baru sebatas dia membangun jaringan Tauhid wal Jihad saja informasi yang kami dapat," kata Abubakar.

Namun Abubakar sempat mengungkapkan bahwa Wahyu bukan pucuk pimpinan dalam jaringan Tauhid wal Jihad ini. Abubakar menyatakan ada tersangka lebih besar yang dikejar oleh tim Densus 88 antiteror Bareskrim Mabes Polri. "Masih ada tersangka yang lebih besar lagi. Bukan dia pemimpinnya. Masih kita cari orangnya," ujarnya.

Wahyu alias Rusli Mardhani alias Uci alias Farid alias Zulfikar yang sehari-hari dikenal sebagai pekerja serabutan ini sebelum tertangkap sudah memiliki track record yang cukup meyakinkan sebagai peracik bom dan anggota teroris. Dia tercatat pernah terlibat pertempuran di Ambon dan adu tembak dengan polisi.

Ia juga pernah jihad di Ambon pada tahun 2002-2003 dan tahun 2005. Tahun 2007 ia balik lagi ke Ambon untuk berjihad. Tanggal 22 Januari 2007 ia kemudian terlibat kontak senjata api dengan tim Mabes Polri di Poso pada saat penangkapan pelaku teror di Poso. Wahyu lalu melarikan diri pada tanggal 24 Januari 2007 ke Gorontalo.

Pada 25 Januari 2007 ia sudah berhasil lari ke Jakarta dan keberadaannya tidak terdekteksi lagi. Baru beberapa bulan ini setelah melakukan konsolidasi dengan teman-temannya untuk melakukan penyerangan, tim Densus kembali menemukan jejaknya di Plupang, Jakarta Utara.

Wahyu juga pernah tercatat terlibat dalam kasus penembakan anggota Brimob di Loki, Maluku. Saat melakukan aksinya itu, Wahyu diteman oleh beberapa orang rekannya, antara lain Asep Dahlan, Asadullah, dan lain-lain.

Sebelumnya, Mabes Polri menyebut-nyebut kelompok Wahyu yang telah merancang aksi teror bom untuk meledakan Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, ini merupakan kelompok gabungan dari beberapa kelompok Islam garis keras, seperti kelompok Jundullah di Sulawesi, kelompok Jamaah Islamiyah di Ambon, Poso dan Jawa, kelompok Kompak di Kayamaya Poso, Ambon, dan Jakarta, kelompok Fakta di Palembang, kelompok NII di Jakarta, dan kelompok Jamaah Islamiyah di Singapura dengan tokohnya Hasan alias Taslim yang merupakan lulusan kamp Al Qaida di Afghanistan.

Sugi Warto

Sumber :
Persda Network