Laporan wartawan Kompas Mohamad Burhanudin
CILACAP, RABU - Angin kencang disertai gelombang laut setinggi 3 meter di perairan selatan Cilacap, Jawa Tengah, dalam dua hari terakhir mengakibatkan dua perahu tongkang milik nelayan di pelabuhan Wijayapura Cilacap, tenggelam.
Badan Meteorologi dan Geofisika Cilacap, Rabu (29/10), memperkirakan gelombang itu bakal berlangsung sampai tanggal 2 November mendatang.
Dua perahu milik Kemang (43) dan Juari (45), keduanya warga desa Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan, tenggelam saat ditambatkan di pelabuhan. Perahu milik Kemang tenggelam pukul 06.00 Rabu sedangkan milik Juari tenggelam hari Selasa sore (28/10).
"Sejak sore kemarin sampai pagi hari, di sini anginnya kencang sekali dan gelombang tiba-tiba jadi tinggi. Air laut yang semula surut jadi pasang. Perahu cuma saya tambatkan dengan tali, tahu-tahu miring dan akhirnya tenggelam," ujar Kemang.
Angin kencang dan gelombang tinggi dua hari belakangan adalah kejadian terparah sejak musim hujan ini di Cilacap.
Menurut pengamat cuaca BMG Cilacap, Teguh Wardoyo, kecepatan angin di pantai selatan berkisar 22-45 km/jam. Sedangkan di lepas pantai mencapai 30-55km/jam.
Kondisi ini berbahaya bagi seluruh jenis kapal. Karena itu, ia mengimbau para nelayan agar tidak melaut untuk sementara.
"Gelombang laut ini karena pengaruh angin kencang laut. Di pantai gelombang laut bisa mencapai tiga meter, sedangkan di samudra lebih dari 3,5 meter. Kemungkinan bakal berlangsung hingga 2 November," katanya.
