Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:24 WIB
Fauzi Bowo : Jangan Ada PHK Massal
Emilius Caesar Alexey | Selasa, 28 Oktober 2008 | 13:52 WIB
|
Share:

Kompas/Lucky Pransiska
Buruh pikul mengangkut bahan kimia yang baru tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (5/5). Sulitnya lapangan pekerjaan memaksa mereka bekerja dengan upah yang sangat minim, hanya Rp 10.000 per hari, sementara risikonya besar karena terus menghirup debu bahan kimia tersebut.

TERKAIT:

JAKARTA, SELASA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menemui asosiasi pengusaha dan serikat pekerja untuk merundingkan langkah-langkah yang mungkin dilakukan guna menghindari PHK massal. Langkah antisipasi itu diperlukan guna menghadapi dampak krisis finansial global.

"Sudah mulai ada penurunan ekspor dari Jakarta sebagai dampak krisis ekonomi global. Kita harus antisipasi dampak ikutan berupa PHK," kata Fauzi.

Kepada para pengusaha, Fauzi meminta agar mereka mulai mengubah strategi bisnis dalam menghadapi penurunan pemasaran produk. Para pengusaha diminta tidak langsung menutup usaha dan memberhentikan karyawan agar dampak sosialnya tidak meluas.

Kepada para serikat buruh, Fauzi meminta agar mereka tidak meminta kenaikan upah yang terlalu besar pada penetapan Upah Minimum Provinsi 2009. Kenaikan upah yg terlalu besar justru kontraproduktif pada usaha minimalisasi PHK.