Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:23 WIB
Demokrat Siap Voting Ladeni Golkar dan PDIP
Rachmat Hidayat | Senin, 27 Oktober 2008 | 21:15 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN - Jelang Paripurna pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Pilpres, Rabu (29/10), Partai Demokrat masih terus melakukan lobi-lobi kepada seluruh fraksi di DPR, minus Golkar dan PDI Perjuangan untuk meloloskan 20 persen kursi sebagai sarat pengajuan capres dan cawapres 2009 mendatang.

Ketua DPP PD Bidang Politik, Anas Urbaningrum, Senin (27/10) menyatakan, peluang 20 persen, sampai sekarang masih terbuka lebar. Anas menjelaskan, lobi masih terus berlanjut kepada seluruh fraksi di DPR yang sepakat pengajuan sarat 20 persen kursi untuk mengusung capres dan cawapres pada Pilpres 2009 nanti.

"Sebelum janur kuning dipasang, peluang masih belum tertutup. Kalau skenario lobi sudah benar-benar mentok, dengan terpaksa kami masuk pada skenario voting. Meski, kami tetap berharap, mekanisme voting tidak akan terjadi karena mengesankan egoisme politik yang kemudian dikedepankan, " kata Anas Urbaningrum.

Sampai sekarang hanya dua partai 'gajah' yang ngotot pada kisaran angka 25 persen kursi. Sementara partai-partai lainnya memberi sinyal sepakat pada batas 20 persen kursi dalam pengajuan capres dan cawapres. PKS juga mempertegas pada angka 20 persen kursi sekaligus sebagai prasarat untuk pengajuan capres internal pada Pemilu 2009 mendatang.

"Semangat, menang-menangan, kami beranggapan sangat tidak relevan apalagi dalam mengambil sikap persetujuan terhadap sebuah undang-undang yang sedianya untuk kepentingan bersama," tandas Anas.

Anggota Pansus RUU Pilpres dari PDIP, Ganjar Pranowo menjelaskan, sikap untuk tetap bertahan pada 20 persen kursi sebagai sarat pengajuan capres dan cawapres. Sarat ini, juga didasari semangat pemrintahan yang kuat. "Lobi terus menerus berjalan. Filosofinya buat PDI Perjuangan adalah sebagai penguatan sistem presidensial, Pilpres yang tidak mahal dan semangat pelaksanaan Pilpres hanya satu putaran saja," kata Ganjar.

"Semangat lain adalah membangun koalisi yang lebih permanen. Itulah yang mendasari semangat kita pada kisaran 25 persen," tegasnya.

Sumber :
Persda Network