Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 06:43 WIB
Rupiah Melemah Karena Kepercayaan Masyarakat Turun
Wahyu Satriani Ari Wulan | Senin, 27 Oktober 2008 | 19:41 WIB
|
Share:

KOMPAS/HELENA F NABABAN
Seorang warga Bandar Lampung di loket penukaran uang Kantor Bank Indonesia Lampung, Selasa (23/9), menghitung uang yang akan ia tukarkan. Satu minggu menjelang Lebaran 2008, permintaan penukaran uang pecahan Rp 1.000, Rp 5.000, dan Rp 10.000 di Kantor Bank Indonesia Lampung terus meningkat.

JAKARTA, SENIN - Melemahnya rupiah saat ini mungkin tidak melulu dipengaruhi krisis keuangan. Menurut Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sofyan Basir pelemahan rupiah yang terjadi saat ini karena adanya rasa kurang percaya dari masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.

"Kondisi saat ini karena rasa kekurangpercayaan dari masyarakat," kata Sofyan, di DPR, Jakarta, Senin (27/10). Sofyan mengatakan pergerakan rupiah saat ini sifatnya di luar kebiasaan dan tidak sesuai dengan teori.

Kondisi ini, menurut Sofyan, tidak akan berlangsung lama dan akan berangsur membaik kalau masyarakat mau memperbaiki cara pandangnya. Oleh sebab itu, Sofyan berharap masyarakat percaya dengan kondisi perekonomian yang masih bisa menguat.

"Masyarakat dan pemerintah mestinya bisa sama-sama percaya bahwa kondisi kita sekarang jauh lebih baik," kata Sofyan.