Laporan Wartawan Kompas Nina Susilo
SURABAYA, SENIN — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menegaskan dukungan yang utuh kepada pasangan calon kepala daerah Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono. Dukungan ini sekaligus bertujuan menyukseskan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI.
Hal ini disampaikan Sekjen PDIP Pramono Anung sebelum rapat kerja daerah PDIP Jatim dan sosialisasi cagub dan cawagub pada Pilkada Jatim Putaran II, Senin (27/10). Hadir pula dalam rakerda Ketua DPP PDIP Sutjipto, Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji, fungsionaris DPD PDIP Jatim seperti Ali Mudji, Bambang Suhartono, dan Kusnadi, Khofifah dan Mudjiono, serta pimpinan cabang PDIP se-Jatim.
Keputusan ini disampaikan kepada kader PDIP yang duduk di eksekutif dan dewan pimpinan daerah. Bila ada yang tidak mengikuti keputusan partai, kata Pramono, kader struktural akan dibebastugaskan.
Pernyataan Pramono ini pun diperkuat dengan orasi yang disampaikan Sutjipto. Menurutnya, kemenangan PDIP dalam Pilgub Jatim berarti Megawati sebagai Presiden pada 2009. Dia juga menjelaskan dimintai pendapat oleh Megawati sebelum memutuskan untuk mendukung Kaji. Ketika itu, Megawati bertemu Imam Utomo dan calon Karsa (Soekarwo-Saifullah Yusuf). "Saya katakan, kita memajukan calon dari PDIP selain untuk Jatim adalah untuk menyukseskan Ibu Mega sebagai Presiden pada 2009. Jadi syaratnya adalah mendukung Ibu Mega sebagai capres," tutur Sutjipto.
Dukungan itu, tambah Sutjipto, seharusnya tidak disampaikan secara sembunyi-sembunyi. Karenanya, hanya yang menyatakan secara terbuka, yang dipilih. Tidak ada pernyataan seperti itu dari Karsa yang malah bertemu dengan SBY sebab Karsa dicalonkan Partai Demokrat. Karena itu, DPP PDIP memutuskan untuk mendukung Kaji.
Khofifah dalam forum itu juga menyatakan mendukung Megawati untuk menjadi Presiden RI dan mengatakan bahwa kepemimpinan oleh perempuan adalah yang terbaik.
