Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:17 WIB
Rupiah Sentuh Rp 9.900
Erlangga Djumena | Kamis, 23 Oktober 2008 | 10:20 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/KAZUHIRO NOGI
Seorang ibu melintas di depan papan peraga nilai valas di Tokyo.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS — Rupiah pada Kamis (23/10) pagi turun ke posisi Rp 9.900 per dollar AS karena pembelian dollar AS oleh pelaku pasar berlanjut.

"Berlanjutnya pembelian dollar AS oleh pelaku pasar merupakan faktor utama yang menyebabkan rupiah terpuruk," kata ekonom Standard Chartered Bank, Eric Sugandhi, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, rupiah sampai akhir tahun ini diperkirakan masih akan melemah hingga mencapai angka Rp 10.000 per dollar AS. "Tekanan pasar masih tinggi sehingga rupiah tetap tertekan, sekali Bank Indonesia terus memantau kegiatan pasar uang itu," katanya.

Eric mengatakan, krisis keuangan global sebenarnya belum begitu berpengaruh terhadap pergerakan di pasar domestik, tetapi sejumlah pasar uang regional kembali terpuruk mengakibatkan mata uang Indonesia ikut melemah.

Eric juga merasa heran seharus rupiah bisa menguat, setelah sejumlah bank sentral menyuntikkan dananya di pasar global untuk mengurangi likuiditas yang ketat. "Suntikan dana bank sentral itu mengakibatkan pasar kelebihan dolar yang seharus memicu rupiah menguat, karena permintaan pasar terhadap dolar AS dapat dipenuhi," ucapnya.

Ia mengatakan, suntikan dana itu kemungkinan masih belum berdampak terhadap pasar khususnya rupiah, sehingga belum bisa memicu mata uang Indonesia menguat. "Namun pada gilirannya nanti rupiah akan kembali menguat, setelah permintaan pasar terhadap dolar AS melemah," sebut Eric.

Rupiah, tutur dia, pada penutupan sore nanti diperkirakan akan kembali melemah karena meski BI terus memperlonggar likuiditas perbankan lebih jauh. "Kami optimistis rupiah masih berpeluang untuk kembali menguat, hanya tinggal menunggu waktu," tuturnya.

Sumber :
Ant