Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:16 WIB
Pengusaha: Akibat Krisis, Siap-siap PHK
Hasanuddin Aco | Rabu, 22 Oktober 2008 | 15:12 WIB
|
Share:

Laporan Wartawan  Persda Network Hasanuddin Aco

JAKARTA, SELASA — Kalangan pengusaha meminta maaf kepada karyawan kalau terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul berkurangnya produksi akibat volume permintaan barang, terutama ekspor, yang terus menyusut.
 
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa mengatakan, perusahaan pasti melakukan PHK, tetapi pemerintah diminta bekerja sama untuk meminimalkan PHK. "Pasti ada PHK karena volume market turun. Pabrik akan menurunkan produksi dan otomatis akan ada pengurangan karyawan," kata Erwin, Rabu (22/10).

Dia mengatakan, persoalannya sekarang semua orang berhenti melakukan expand secara serentak dan ini lebih pada dampak psychology karena ada ke kekawatiran krisis finansial global akan berlangsung cukup lama. "Dalam kondisi sekarang perusahaan akan menunda ekspansi dan tentu saja karyawan diharap melakukan efektifitas kerja," tutur dia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bambang Soesatyo berharap semua pihak tidak inginkan PHK akan tetapi kondisi memaksa dalam negeri mengharuskan pengusaha mengambil kebijakan tersebut. "Permintaan di pasar dalam negeri melemah dan volume ekspor anjlok akibat resesi dan ketidakpastian global di zone euro dan AS, kemungkinan terjadinya PHK sangat terbuka," tutur Bambang hari ini.

Dia mengatakan, turunnya permintaan dan volume ekspor akan memaksa produsen melakukan penyesuaian biaya-biaya, termasuk penurunan kapasitas produksi. "Penurunan kapasitas produksi lazim diikuti restrukturisasi. Tahapan restrukturisasi biasanya mengkaji kebutuhan pekerja. Di sinilah berkembang wacana PHK," ujar dia.