Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:12 WIB
Pansus Orang Hilang Segera Minta Keterangan Korban
Tri Wahono | Senin, 20 Oktober 2008 | 17:18 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Sejumlah warga keluarga korban yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) mendatangi Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (16/3/2005). Mereka antara lain menuntut Tim Penyelidik Komnas HAM harus maksimal menggunakan wewenangnya dengan memeriksa dan menyelidiki lembaga dan individu yang diduga terlibat dan harus memberikan laporan kemajuan kerja mingguan kepada korban, keluarga korban, dan masyarakat.

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - Pansus Penanganan Pembahasan Atas Hasil Penyelidikan Penghilangan Orang Secara Paksa tahun 1997-1998 (Pansu Orang Hilang) telah menetapkan jadwal untuk memanggil pihak terkait. Hal tersebut dikatakan Ketua Pansus Effendi MS Simbolon di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (20/10).

Ia menjelaskan pada Rabu (22/10) Pansus akan bertemu dengan para korban dan keluarganya, Kontras, dan YLBHI. Pada 23 Oktober, Pansus bertemu dengan para korban dan keluarganya, Ikatan Keluarga Orang hilang (IkohI), dan Imparsial.

Berdasarkan rapat Pansus pekan lalu, empat pihak akan dipanggil ke DPR untuk dimintai keterangan. Yakni institusi yang menangani masalah HAM, korban dan keluarganya didampingi lembaga yang menangani orang hilang, pihak yang diduga sebagai pelaku, serta pemerintah.

Pansus pada masa reses DPR RI akan tetap bekerja, bahkan melakukan kunjungan ke keluarga korban dan komnas HAM. Namun Pansus hanya akan mendasarkan kerjanya pada rekomendasi komnas HAM.

DPR membentuk Pansus ini tahun 2005 dan semula dipimpin Panda Nababan dari PDIP. Effendi Simbolon membantah, pembentukan Pansus ini bertendesi politis terkait Pemilu 2009. Pansus, ujarnya, bekerja berdasarkan rekomendasi Komnas HAM.

Sumber :
Antara