JAKARTA, SENIN - Meskipun telah menyatakan kesediaan dan niatnya untuk kembali berjuang dalam Pemilihan Presiden 2009, Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan tetap berkonsentrasi menuntaskan program-program pembangunan hingga akhir pemerintahan, Oktober 2009.
Setahun sisa mandat lima tahun akan digunakan Yudhoyono untuk mendekati rakyat dengan berbagai program."Tahun 2008 tahun politik dan tahun 2009 tahun pemilu, akan tetapi pelayanan kepada rakyat tetap di tempat paling utama," ujar Yudhoyono dalam pidato ulang tahun ketujuh Partai Demokrat di Jakarta International Expo, Kemayoran, Minggu (19/10).
Dalam pidato yang menjadi acara inti ulang tahun ketujuh yang tepatnya jatuh pada 9 September 2008, Yudhoyono berganti-ganti berbicara sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Kepala Negara, dan Kepala Pemerintahan.
Yudhoyono tampil dengan seragam petinggi partai yang didirikannya ketika masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, 2001.
Sebelum Yudhoyono berpidato, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi Utomo memberi sambutan disusul pernyataan politik Partai Demokrat yang dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Angelina Sondakh.
Yudhoyono hadir bersama Ny Ani Yudhoyono. Hadi hadir bersama Ny Astuti Hadi. Ani dan Astuti adalah adik kakak putri Sarwo Edhie Wibowo.
Dalam pernyataan politik berisi 11 butir, ditegaskan ketetapan hati Partai Demokrat untuk mengajukan kembali SBY sebagai capres dalam Pilpres 2009 pada butir kesepuluh. "Merekam pendapat publik, SBY adalah tokoh terbaik yang ada untuk saat ini," ujar Angelina.
Wapres yang juga Ketua DPP Partai Demokrat, Jusuf Kalla, yang hadir dan duduk di sebelah kanan Yudhoyono memberi tepuk tangan bersama hampir semua undangan ketika SBY disebut akan diajukan kembali dalam Pilpres 2009. Namun, Kalla tidak bertepuk tangan ketika SBY disebut sebagai tokoh terbaik yang ada saat ini.
Selain Kalla, sejumlah menteri, pejabat negara, dan duta besar negara sahabat juga hadir. Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung yang kerap terlibat dalam kaderisasi Partai Demokrat terlihat hadir dan duduk di barisan pertama sejajar dengan Yudhoyono. Acara ulang tahun ketujuh dihadiri ribuan orang dengan kaos seragam bergambar logo Partai Demokrat. Setelah pidato Yudhoyono, sejumlah besar orang yang umumnya datang berombongan itu meninggalkan tempat acara.
Terhadap ketetapan hati Partai Demokrat untuk mencalonkannya kembali, Yudhoyono berterima kasih dan memberi penghargaan. Yudhoyono melihatnya sebagai kepercayaan dan dukungan. Namun, ketetapan hati itu akan ditetapkan setalah masa Pilpres 2009 dimulai.
"Kepercayaan dan dukungan untuk berjuang kembali... berjuang kembali pada tahun 2009 mendatang. Saya bersyukur jika dapat melanjutkan tugas dan bakti lima tahun mendatang," ujar Yudhoyono.
Partai Demokrat menilai lima tahun hanya cukup bagi Yudhoyono untuk menanam pondasi. Ibarat membangun rumah, diperlukan waktu lagi untuk membangun dinding, atap, dan perangkat-perangkat lain.
Niat maju kembali dalam Pilpres 2009 disampaikan Yudhoyono di akhir puasa ramadhan 2008 di Istana Negara. Yudhoyono menyatakan sangat mungkin maju kembali bersama Kalla. Sehari setelahnya, saat ditanya, Kalla menyatakan kesediaannya maju kembali bersama Yudhoyono.
Lagu SBY
Acara ulang tahun sebelumnya direncanakan digelar besar-besaran di Gelora Bung Karno, Jakarta. Menurut Hadi, karena krisis keuangan, acara disederhanakan. Sejumlah artis yang sedianya akan menyanyikan lagu-lagu ciptaan Yudhoyono batal tampil.Setidaknya ada empat lagu ciptaan Yudhoyono yang dinyanyikan yaitu "Rinduku Padamu" versi Indonesia dan Inggris, Mars Partai Demokrat, dan lagu terbaru "Partai Demokrat Berjuang untuk Rakyat" untuk kampanye.
Lagu untuk kampanye dinyanyikan antara lain oleh putra bungsunya Edhie Baskoro Yudhoyono dengan arahan juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng. Latihan untuk menyanyikan lagu terbaru ini beberapa kali dilakukan di Wisma Negara, Jakarta.Terhadap tidak terlalu intensifnya waktu yang dicurahkannya unuk Partai Demokrat selama empat tahun terakhir karena tugas negara dan pemerintahan, Yudhoyono meminta maaf.
Yudhoyono menyampaikan terima kasih kepada semua partai politik yang kompak seirama mengedepankan politik nonpartisan ketika Indonesia dihantam krisis keuangan global. Menurutnya, kekompakan dan kebersamaan dalam satu perahu ketika krisis merupakan ukuran nasionalisme, patriotisme, dan kepahlawanan."Saya tidak melihat dan mudah-mudahan tidak terjadi di tengah krisis mencari keuntungan sendiri baik finansial, bisnis, dan politik," ujarnya.

