JAKARTA, SABTU - Ketua Umum Jusuf Kalla menegaskan , jika keputusan soal pasangan capres dan cawapres ataupun koalisi dikeluarkan saat ini justru akan menimbulkan kekacauan dan tabrakan kepentingan.
Oleh karena itu, JK membujuk kader-kadernya yang hadir dalam Rapimnas Golkar, Sabtu (18/10), untuk fokus dulu dalam pemilihan anggota legislatif. "Koalisi apapun bisa kita tentukan setelah pemilu. Kalau kita bikin sekarang, apapun pasti tabrakan," ujar Kalla dalam tanggapannya terhadap pandangan daerah.
Kalla mengatakan Golkar tentu saja harus belajar dari pengalaman Pemilu 2004 ketika Golkar masih menggunakan sistem konvensi dalam penentuan koalisi atau pasangan capres-cawapres. Menurut Kalla, konvensi pada Pemilu 2004 membuat Golkar tidak fokus sama sekali.
"Isu capres sekian bulan konvensi. Yang dipertandingkan adalah capres yang belum tentu. Kita selalu hanya kumpulkan kader sehingga tanggapannya itu tidak bemanfaat. Kita kumpulkan kader, bukan suara," ujar Kalla.
Namun Kalla mengaku sangat berterima kasih atas kepercayaan DPD untuk mendukungnya sebagai capres internal partai. Menurut Kalla, itu bukan poin utamanya. Apapun yang ingin dicapai Golkar, kemenangan pemilu legislatif adalah yang utama.
Kalla juga menyebutkan kegagalan dan kisah yang dapat dikategorikan sebagai sebuah tragedi ketika mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung harus kalah dari calon yang bukan berasal dari Golkar. Sementara itu, mantan kader Golkar lainnya, Wiranto menghilang tiba-tiba.
"Kader asli nggak seperti itu. Kalau Prabowo masih dengan sangat sopan datang menyampaikan surat pengunduran diri ke kita," tandas Kalla.

