JAKARTA,SABTU - Mendadak Cendrawasih Room di JCC, Sabtu malam (18/10), berubah ceria. Ratusan peserta Rapimnas Golkar yang sebelumnya nampak bosan mendengarkan paparan, tiba-tiba segar kembali dengan hadirnya sosok perwakilan luar negeri Golkar untuk Malaysia dan Brunei Darussalam yang hendak menyampaikan pandangan umum dari daerah/ormas.
Si perwakilan ternyata adalah seorang perempuan muda nan cantik. Awalnya Yuci, nama perempuan cantik itu, menyapa Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla dengan panggilan mesra. Hal ini tentu saja mengundang tawa geli para peserta. Tak urung, ada pula yang melemparkan kata-kata menggoda.
"Yang kami sayangi Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla," ujar Yuci. Kali kedua, yang disapanya adalah Wakil Ketua Umum Agung Laksono. Namun kali ini pun tetap mengundang tawa segar dari para peserta sebab ketika mengatakan nama Agung, tangan Yuci menunjuk ke arah pimpinan rapat di atas panggung. Padahal Agung tak ada di sana. Agung berada di jajaran depan bangku peserta di depan panggung.
Gelak tawa berhenti, Yuci meneruskan laporannya mengenai kondisi umum daerah pemilihan Malaysia dan Brunei Darussalam. Menurut Yuci, dari 1.2 juta pemilih yang ada di kedua negara tersebut, 200 ribu orang adalah pemilih Golkar, terbagi atas berbagai tingkat umur dan ekonomi.
Yuci juga menyarankan Golkar merangkul para TKI ilegal yang tersebar di sana. Usai menyampaikan laporannya dan hendak menutup, para peserta rapat dengan beraninya berteriak agar Yuci tak menyelesaikan pandangannya cepat-cepat. "Terus... terus," seru para peserta Rapimnas yang sebagian besar adalah lelaki.
Namun, hal itu tak digubris Yuci. Dia segera menutup pandangannya dengan menyerukan 'Hidup Golkar!' sebanyak dua kali. Seruan ini disambut riuh rendah oleh peserta rapat.
Gaya penyampaian Yuci dan respons para peserta rapat segera ditanggapi oleh pimpinan rapat Theo Sambuaga. "Ternyata pandangan Saudara Yuci ini satu-satunya yang tidak ingin cepat-cepat diakhiri. Yuci sedang studi Public Relation di Kuala Lumpur," ujar Theo.
