Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 01:43 WIB
Rapimnas Golkar Diwarnai Sejumlah Kekecewaan
Caroline Damanik | Sabtu, 18 Oktober 2008 | 21:50 WIB
|
Share:

KOMPAS/PRIYOMBODO
Presiden Susilo Bambang Yudhono berbincang dengan Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla saat pembukaan acara Rapat Pimpinan Nasional ke-IV dan HUT ke-44 Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (17/10) malam.

TERKAIT:

JAKARTA,SABTU - Rapimnas Golkar diwarnai sejumlah kekecewaan dari kader-kadernya di berbagai daerah. Kekecewaan ditujukan baik kepada Dewan Pimpinan Pusat maupun kepada pemerintahan sekarang dimana Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla juga ikut ambil bagian.

Kekecewaan pertama datang dari Maluku Utara. Kekecewaan bersifat masif dari seluruh kader di Maluku Utara terkait persengketaan politik dalam Pilkada Gubernur Malut antara Abdul Gafur yang diusung Golkar dengan Thayib yang diusung Demokrat.

"Kami kecewa dengan DPP dalam mengawal Abdul Gafur untuk dilantik menjadi gubernur Malut karena penyertaan rakyat telah memilih dan dari beberapa proses hukum yang telah berjalan. KPU dan DPRD juga memenangkan Abdul Gafur sebagai gubernur," ujar Ketua DPD Malut Ahmad Hidayat Mus dalam penyampaian pandangan umum daerah di hari kedua Rapimnas Golkar di JCC, Sabtu (18/10).

Kekecewaan juga ditujukan kepada SBY yang dinilai selalu mengumbar kata-kata demokrasi dalam sambutannya. Namun ternyata, SBY juga dinilai nyata-nyata telah membohongi Malut dengan melantik Thayib.

Kekecewaan juga datang dari DPD Gorontalo. Perwakilan Gorontalo menyampaikan kekecewaan kader di daerahnya atas tidak terpilihnya Ketua DPD Gorontalo Fadel Mohammad untuk diusung menjadi caleg DPR-RI oleh Golkar.

"Padahal jika Fadel jadi caleg akan dapat mendulang suara yang banyak seperti halnya dia (Fadel) mendulang suara sebagai gubernur (Gorontalo)," ujar perwakilan tersebut.

Kekecewaan juga diakui datang dari kader Golkar dan masyarakat Gorontalo pada umumnya karena Golkar tidak kunjung mengumumkan capres yang akan diusung dalam Pemilu 2009 sehingga berdampak pada penurunan citra Golkar di Gorontalo.

Tercatat juga DPD Bengkulu yang kecewa karena 18 caleg yang terbukti melakukan pelanggaran tidak diberhentikan juga oleh DPP. Namun, diakui pula oleh perwakilan ketiga daerah ini, meski banyak kekecewaan, mereka tetap loyal dan semangat mengawal Golkar untuk meraih kemenangan dalam Pemilu mendatang.