Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:11 WIB
PDIP Bakal Patah Hati Dengan Golkar
Caroline Damanik | Sabtu, 18 Oktober 2008 | 19:18 WIB
|
Share:

KOMPAS/PRIYOMBODO
Presiden Susilo Bambang Yudhono berbincang dengan Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla saat pembukaan acara Rapat Pimpinan Nasional ke-IV dan HUT ke-44 Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (17/10) malam.

TERKAIT:

JAKARTA,SABTU - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sepertinya bakal patah hati dengan Golkar. Pernyataan Ketua DPP Bidang Hukum, HAM dan Otonomi Daerah Golkar Muladi di sela-sela hari kedua Rapimnas Golkar di JCC, Sabtu (18/10), mungkin bisa menjadi penyebabnya.

Muladi mengatakan bahwa Golkar telah menutup kemungkinan koalisi dengan calon presiden dari luar selain SBY. "Namanya orang luar yang bisa masuk itu cuma satu, SBY. Orang luar selain SBY tidak mungkin masuk di Golkar. Itu saja. Itu suatu eksepsi," ujar Muladi.

Alasannya, dengan ditutupnya konvensi, maka kecil kemungkinan bagi partai lain untuk berkoalisi dengan Golkar. Pengecualian bagi SBY karena SBY merupakan pasangan incumbent JK yang adalah Ketua Umum Golkar. Selain itu, kader internal partai juga sudah banyak.

"Itu pengecualian karena sudah berpasangan dengan Golkar pada masa lalu dan hasilnya paling tidak sangat positif pencapaian-pencapaian yang dihasilkan. Jadi saya pikir tidak mungkin orang dari luar masuk lagi. Kader kita juga banyak," tutur Muladi.

Lantas apakah sudah pasti menolak pinangan PDI-P? "Ya, saya tidak bisa mengatakan begitu. Saudara tafsirkan saja sendiri," tandas Muladi.