JAMBI, JUMAT — Hermansyah (22), seorang petani Desa Sogo, Kumpeh Ilir, Muarojambi, nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan gantung diri akibat tekanan ekonomi.
"Aksi gantung diri itu dilakukan Kamis (15/10) sekitar pukul 15.00 pada saat istri korban tidak berada di rumah," kata Kapolres Muarojambi AKBP Tedjo Dwikora melalui Kapolsek Kumpeh Ilir AKP Budiono, Jumat.
Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sendiri dalam keadaan tidak bernyawa tergantung di dalam kamar rumahnya, kemudian membuat heboh warga sekitar.
Hasil visum rumah sakit dan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ada ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban dan murni bunuh diri. Selain itu, dari hasil pemeriksaan terhadap beberapa saksi diduga korban nekat bunuh diri akibat tekanan ekonomi. Perbuatan itu sebelumnya sempat dilakukan tiga kali, tetapi tidak berhasil.
Pengaruh dari tekanan ekonomi yang selama ini dijalaninya membuat korban memilih jalan pintas karena tidak mampu membeli kebutuhan anaknya yang baru berusia satu bulan.
Sebelum kejadian itu istri korban sempat minta dibelikan susu untuk anaknya dan sempat minta kepada istrinya agar bayi mereka lebih baik mengonsumsi ASI dari ibunya.
