DENPASAR, JUMAT —Tingginya angka bunuh diri di Bali mendorong psikiatri ternama, Prof DR dr Luh Ketut Suryani, bekerja sama dengan dr Cokorda Jaya Lesmana menerbitkan buku perlawanan terhadap bunuh diri, bertajuk Hidup Bahagia.
Buku itu diharapkan dapat membuka mata masyarakat mengenai bunuh diri yang kian akrab terjadi di lingkungan terdekat. "Saya harapkan buku ini bisa membantu membuka pikiran mereka yang tertekan dan sempat berpikir untuk bunuh diri," kata Suryani.
Buku ini juga ditujukan bagi mereka yang mau menolong orang lain yang berada dalam tekanan. Menurut Suryani, pencegahan aksi bunuh diri berada di tangan orang di sekitar pelaku.
"Sebagian besar pelaku bunuh diri pernah mengungkapkan ingin bunuh diri, tetapi tidak mendapat perhatian," kata Suryani.
Untuk memudahkan memahami mengapa banyak terjadi kasus bunuh diri, Suryani menyusun buku dengan gaya yang khas. Buku berisikan cerita dan kisah nyata mengenai mereka yang mencoba bunuh diri dan cerita mengenai penderitaan keluarga yang ditinggal anggotanya yang bunuh diri.
Selain itu, juga diselingi puisi-puisi karya Suryani. Puisi-puisinya sebagian besar menggambarkan keindahan hidup dan kebesaran Sang Pencipta. "Saya mencoba menyalurkan rasa seni saya dalam buku ini untuk menjadi perenungan bagi yang membaca," kata Suryani.
Berdasarkan penelitian Suryani Institute, angka kasus bunuh diri di Bali sepanjang tahun 2008 mencapai 110 orang. Sebagian besar kasus bunuh diri terjadi di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Karangasem.

