BANDUNG, JUMAT - Tim inspeksi mendadak yang mengunjungi beberapa supermarket dan pasar tradisional di Kabupaten Bandung tidak menemukan produk bermelamin dari China seperti wafer dan makanan ringan, Jumat (17/10). Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Achmad Kustijadi, ini menunjukkan hal yang positif karena para penjual tidak menjual lagi produk yang berbahaya bagi kesehatan meski heboh soal melamin sudah terjadi tiga bulan sebelumnya.
Tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Satuan Polisi Pamong Praja serta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan, terjun ke tiga titik di Kabupaten Bandung yaitu Kecamatan Margahayu, Dayeuhkolot dan Soreang.
Untuk pasar modern seperti Superindo di Jalan Kopo, tidak ditemukan satu pun dari 25 merek produk yang dilarang. Menurut Manajer yang Bertugas bernama Usmanuddin, sudah ada pemberitahuan dari penyalur mengenai barang yang ditarik. Mereka pun sebenarnya sudah dikunjungi BBPOM sebelum lebaran dan menemukan 24 buah produk yang bermasalah dan langsung disegelhingga hari ini.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira menjelaskan, pihak dia akan menyebarkan surat edaran kepada seluruh puskesmas dan kecamatan untuk terus memantau peredaran produk bermelamin yang ditarik.
