Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:33 WIB
Yati Ajak Dua Anaknya Terjun ke Laut
IGN sawabi | Kamis, 16 Oktober 2008 | 02:31 WIB
|
Share:

Surya/MUSTAIN
Yati (baju kuning) dan dua anaknya dihibur oleh AKP Suhariani

GRESIK - Tiga nyawa nyaris melayang di perairan Pelabuhan Gresik, Rabu (15/10). Ny Yati (38) warga asal Kecamatan Papar, Kediri, nekat mengajak dua anaknya, Ayu (6) dan Rafi (11 bulan) menceburkan diri ke laut.

Beruntung, sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) dan polisi bisa mencegahnya. Nyawa ibu dan dua anak itu pun tertolong. Polisi lantas mengamankan warga yang tinggal di Mess PT Sumber Mas Indah Plywood, Jl Kapten Darmosugondo Kebomas di Mapolsek KPPP Gresik.

Tidak ada yang menyangka Ny Yati hendak bunuh diri dengan cara terjun ke laut. Namun keberadaan Ny Yati di kawasan dermaga beton Pelabuhan Gresik mengundang kecurigaan Hamsah (45) seorang petugas pelabuhan bagian tali. Saat itu, pukul 10.00 WIB, Hamsah secara tak sengaja berpapasan dengan Ny Yati yang tengah menggendong balita dan menuntun anak perempuan. "Saya tanya, apa mau cari suaminya?" kata Hamsah, saksi mata.

Namun pertanyaan Hamsah dijawab dengan gelengan kepala. Perempuan itu lantas terus berjalan ke arah pinggir dermaga. Hampir sejam perempuan itu mondar-mandir di tepi dermaga tersebut. Hamsah pun terus curiga. Benar saja, sejam kemudian, tiba-tiba dari arah perempuan itu terdengar isak tangis berbarengan. Suara tangisan Ny Yati dan dua anaknya. "Saya lalu berelari mendekat," kata Hamsah.

Saksi lainnya, Sugeng (38) seorang ABK Kapal Onasis Indonesia membenarkan hal yang sama. Saat kejadian, Sugeng tengah berada di atas kapalnya, beberapa meter dari tepi dermaga lokasi Ny Yati hendak meloncat ke laut.

Awalnya Sugeng membiarkan ibu dan anak itu berada di pinggir dermaga. Namun, sekitar pukul 11.15, dia melihat perilaku tidak beres. Kaki Yati terlihat mepet ke bibir dermaga. Anaknya tetap digendong dan digandeng berdekatan. "Seketika itu saya meminta rekan ABK untuk menghampiri. Yang lainnya menghubungi polisi untuk meminta bantuan," jelas Sugeng.

Sejumlah ABK di lokasi itu khawatir jika ibu dan dua anaknya itu hendak bunuh diri bakal berakibat fatal. Sebab, saat itu --pukul 11.00 WIB-- kondisi air laut sedang pasang. Kedalaman air di kolam dermaga mencapai 12 meter dengan tinggi gelombang antara 50 Cm hingga 100 Cm. " Perkiraan saya kalau dia nekat terjun pasti tewas, karena arus di dalam laut sangat kuat," jelas Ali Mashudi (29) ABK tug boat yang bersandar di ujung dermaga.

Informasi percobaan bunuh diri lantas diterima petugas Polsek KPPP Gresik yang berjaga. Bripka Karim dan Aiptu Sugiyanto, anggota KPPP meluncur ke lokasi. Kedatangan petugas membuat Ny Yati panik. Beruntung sebelum pikiran Ny Yati kalut dan nekat, kedua petugas itu  berhasil menyambar tubuh NY Yati dan kedua anaknya.

Saat diamankan di Mapolsek KPPP Gresik, Ny Yati tampak syok. Beberapa kali, air matanya meleleh dari pipi. Namun pandangan matanya kosong menatap ke depan. Rafi, salah satu anaknya bahkan digendong Kapolsek KPPP Gresik AKP Suhariani agar perempuan itu tetap tenang. Kendati polisi mencoba mengajak bicara, namun perempuan ini hanya terdiam. “ Saya tadi naik angkot ke pelabuhan," katanya singkat.

Polisi pun mendatangkan Sabar (42) suami Ny Yati. Lelaki ini datang tergopoh-gopoh masih dengan baju seragam pabriknya. Sesaat kemudian, Sabar masuk ruangan kapolsek KPPP Gresik dan duduk di samping Ny Yati. Sejurus kemudian, digendongnya Rafi. Kata Sabar, dirinya tidak menyangka jika istrinya hendak nekat terjun ke laut. Sebab, Ny Yati hanya berpamitan hendak jalan-jalan ke Pelabuhan Gresik, saat dirinya mau berangkat ke pabrik.

"Dia hanya pamit mau pelabuhan," kata Sabar lirih. Menurut Sabar, istrinya berubah jadi pendiam saat dirinya mengalami kecelakaan kerja tahun 1991 silam sehingga berakibat kakinya tidak normal. Kepada polisi, Sabar juga menyatakan, istrinya juga pernah dirawat kejiwaan di sebuah RS di Kertosono.

Kapolsek KPPP Gresik AKP Suhariani mengatakan, pihaknya berharap Sabar dan keluarganya terus mengawasi perilaku Ny Yati. Jangan sampai perbuatan yang sama terulang lagi. Sebab selain membahayakan dirinya sendiri, juga berpotensi membahayakan keselamatan anak-anaknya. "Tolong terus didampingi ya," ucap AKP Suhariani kepada Sabar. st3

Sumber :
Surya