JAKARTA, RABU - Portal otomatis di jalur busway akan dioperasikan Kamis (16/ 10) atau Jumat
(17/ 10) ini. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI optimis menerapan portal itu akan efektif mengurangi tingkat penyerobotan kendaraan non-bus Transjakarta tersebut. Di Jakarta terdapat 21 titik rawan penyerobotan jalur khusus itu.
"Dalam satu dua hari ini, saya kira portalnya bisa digunakan. Sekarang masih ada masalah pasokan listrik, sedang kita urus untuk dapat sambungan tersendiri," ujar Kepala Dishub DKI Muhammad Tauchid, di Balai Kota DKI, Senen (13/10).
Satu portal saat ini telah dipasang di koridor 11 (Pulogadung-Harmoni), tepatnya di depan halte Kwitang, JaIan Prapatan Senen, Jakarta Pusat. Untuk sementara waktu, pengoperasian portal itu akan menggunakan tenaga listrik cadangan dari genset.
"Tadinya kita mau pakai listrik yang ada di halte, tetapi saat diuji coba ternyata nggak kuat dayanya. Saya sudah minta supaya persoalan pasokan listrik ini diselesaikan karena ticlak mungkin pakai genset di semua. lokasi yang nanti dipasang," ujar Tauchid.
Pemasangan portal otomatis di pintu-pintu jalurbusway dilakukan sebagai upaya mengatasi tingginya tingkat penyerobotan kendaraan nonbus Transjakarta. Dishub DKI bekerja sama dengan PT Limo terkait pelaksanaan uji coba dan sosialisasi penggunaan portal otomatis di busway.
Menurut mantan Kepala Biro Administrasi Sarana Perkotaan itu, penggunaan portal otomatis diyakini sebagai langkah efektif. Bahkan dalam beberapa aspek, penambahan alat itu lebih efisien.
"Kita pasang alat itu tentu dengan keyakinan, karena kalau nggak yakm efektif buat apa kita lakukan," ujarnya.
Uji coba di satu titik halte koridor 11 itu bertujuan untuk menyosialisasikan mengenai keseriusan pemprov menerapkan jalur khusus bus di Jakarta ini bukan untuk kendaraan lain. Dishub DKI juga akan berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Metro Jaya terkait penegakan hukum bagi para pengendara yang kedapatan memasuki jalur bus.
Dishub DKI merencanakan pemasangan portal sejenis di sejumlah titik di koridor lain yang dianggap rawan. Penyediaan portal dan pendukungnya akan dipersiapkan melalui mekanisme lelang pada anggaran tahun depan.
Manajer Pengendalian Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Rene Nunumete mengatakan, lokasi portal otomatis di Kwitang termasuk titik rawan penyerobotan. Penyerobotan juga terjadi di banyak titik dan bukan hanya oleh mobil pribadi, melainkan juga oleh sepeda motor.
"Secara teknis, kami BLU hanya pelaksana di lapangan. Kami akan siapkan satu petugas untuk mengawasi pengoperasian portal itu," ujar Rene.
Berdasarkan catatan BLU Transjakarta, penyerobotan jalur terjadi di hampir seluruh koridor yang saat ini beroperasi. Hanya koridor I (Blok M - Kota) yang relatif aman dari penyerobotan karena berada pada ruas jalan protokol. (Warta Kota/dra)

