Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:03 WIB
Proyek Emaar Tetap Jalan
Ade Mayasanto | Senin, 13 Oktober 2008 | 17:20 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN - Meski krisis keuangan Amerika Serikat terus berembus dan membuat indeks saham sejumlah negera terpelanting, proyek konglomerasi asal Uni Emirat Arab (UEA) Emaar Properties di Tanah Air bakal tetap berjalan.

Kepastian kelangsungan proyek Emaar Properties tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah, Alwi Shihab kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (13/10).

"Setelah adanya krisis global ini, kelihatannya tidak ada pengaruhya. Artinya mereka tetap berkomitmen terus. Tidak ada di antara mereka yang menyatakan akan mundur atau akan mengingkari komitmen mereka," kata Alwi Shihab.

Emaar Properties berencana menggarap empat proyek bernilai ratusan triliun rupiah di Indonesia. Keempat proyek itu antara lain pembangkit listrik batu bara, agroindustri, gedung pencakar langit tertinggi di ASEAN, dan kota satelit.

Untuk pembangunan pembangkit listrik batu bara, Emaar berencana membangun pembangkit dengan kapasitas 300-500 MW.  Sedangkan untuk industri pertanian terpadu, Emaar membidik pembangunan industri pertanian dan pengolahan pangan untuk menjaga kontinuitas pasokan komoditas pangan di pasar Timur Tengah.

Pemilik hotel tertinggi di dunia, Burj Al Dubai, itu juga berencana membangun gedung tertinggi di Asia Tenggara di Jakarta. Emaar kini tengah mengincar enam lokasi di Jakarta untuk membangun superblok setinggi 90 lantai.

Satu proyek lain yang akan digarap Emaar adalah pembangunan kota satelit di sekitar Jakarta. Dalam audiensi dengan presiden Emaar Properties beberapa waktu lalu, Wapres Jusuf Kalla menyarankan Emaar menghidupkan kembali rencana pemerintah untuk membangun kota mandiri di Jonggol (Bogor) atau kawasan perbatasan Purwakarta di Jawa Barat.

Selain empat proyek prestisius itu, Emaar kini menggarap pusat pelancongan islami dengan investasi awal Rp 2 triliun di Pantai Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Untuk proyek ini Emaar Properties menggandeng Bali Tourism Development Corporation (BTDC).

Lebih lanjut Mantan Menko Kesra ini menjelaskan, pihak perbankan nasional Qatar juga kepincut untuk berinvestasi di Indonesia. "Qatar National Bank berminat membuka di sini," katanya.

Tidak hanya itu, sebuah grup investasi di Abu Dhabi, yakni Capital Invesment Grup juga berminat membuka kantor di Kuningan, Jakarta pada 23 Oktober mendatang. "Mereka bermaksud memantau proyek-proyek Indonesia yang cocok. Dan mereka telah mendapatkan izin PMA-nya," sergahnya. (Persda Network/ade)

Sumber :
Persda Network