Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 09:03 WIB
Masih Belum Jelas Pengoperasian Bus Sekolah
Egidius Patnistik | Senin, 13 Oktober 2008 | 16:52 WIB
|
Share:

KOMPAS/PINGKAN ELITA DUNDU
Kondisi 37 bus sekolah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenaskan, Sabtu (11/10) di Pul Bus Transjakarta. Belum tuntasnya proses lelang pengoperasian bus sekolah mengakibatkan bus-bus itu kini terancam jadi besi tua.

Kelanjutan pengoperasian 37 unit bus sekolah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang sudah terhenti sejak 10 bulan terakhir masih belum jelas. Pemprov baru akan melakukan lelang tender untuk mencari operator bus-bus itu setelah proses lelang yang pertama yang dilakukan Juli gagal memperoleh pemenang. Namun tidak ada kepastian bus-bus itu bisa segera dioperasikan kembali.

Bus sekolah kembali dioperasikan di Jakarta sejak Juli 2007. Tetapi sejak Januari 2008 sampai saat ini bus-bus itu tidak lagi beroperasi. Bus ditelantarkan di tempat terbuka di bekas pool PPD di Kramatjati, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Tauchid, di Balaikota, Senin (13/10), mengatakan, tanggal 15 Oktober ini pihaknya akan mengiklankan lelang tender untuk mencari operator bus sekolah tersebut. Jika proses lelang berhasil mendapatkan operator, bus sekolah baru bisa beroperasi lagi pada pertengahan November 2008. "Tetapi itu jika proses lelangnya berjalan lancar dan ada peserta yang terpilih," kata Muhammad Tauchid.

Ia menjelaskan, dalam APBD DKI Jakarta 2008 ada alokasi anggaran sebesar Rp 4,7 miliar untuk pengoperasian bus sekolah. Juli lalu pihaknya sudah mengadakan proses lelang untuk mencari operator. Namun dari tiga peserta yang mengikuti lelang, tidak ada yang memenuhi syarat administrasi dan teknis untuk menjadi operator. Karena gagal mendapatkan operator, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memerintahkan untuk melakukan lelang ulang.

Tahun lalu, operator bus sekolah dikontrak oleh PT Sinar Jaya. Karena merasa tidak untung, perusahaan itu mulai Januari 2008 tidak mau melanjutkan pekerjaan tersebut mesti diberi kesempatan untuk memperpanjang kontrak sampai Maret 2008. Sejak itu, bus sekolah berhenti beroperasi.

Pada saat beroperasi, bus sekolah melayani empat rute utama dan dua rute penghubung. Yang termasuk rute utama itu adalah Lapangan Banteng- Kemayoran, Tanjung Priok-Pulo Gadung, Kampung Melayu-TMII, dan Pasar Minggu-Blok M. Sementara dua rute penghubung yaitu Grogol-Cawang, dan Plumpang-Grogol. Jam operasional bus terbagi atas tiga yaitu pukul 05.30-07.00, 11.00-13.00, dan 15.00-18.00.