BAIKONUR, MINGGU - Pencipta video game terkemuka di AS, Richard Garriott, bersiap pergi ke angkasa luar dengan menggunakan wahana Soyuz TMA-13 Rusia, Minggu (12/10). Richard berniat mengikuti jejak ayahnya, Owen Garriott, seorang astronot NASA yang pernah pergi ke angkasa luar ketika Perang Dingin sedang memuncak.
Garriot menggelontorkan uang sebanyak 35 juta dollar AS (sekitar Rp 340 miliar) untuk ikut dalam misi menuju Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Ia akan ditemani oleh astronot AS, Michael Fincke, dan kosmonot Rusia, Yury Lonchakov. Soyuz TMA-13 akan melesat meninggalkan Bumi, Minggu (12/10) pukul 13.03 waktu setempat atau 12.03 WIB.
Sama seperti ayahnya yang meluncur ke angkasa luar ketika hubungan AS-Rusia memburuk, kepergian Garriott kali ini pun terjadi ketika hubungan diplomatik kedua negara besar tersebut menegang. Namun, bos video game ini mengatakan, eksplorasi luar angkasa ini tidak mengandung unsur politis.
"Tiga puluh tahun lalu ayah saya bersama dengan kosmonot dan teknisi Rusia selalu bekerja sama dengan baik," kata Garriott di Baikonur, Minggu (12/10), sesaat sebelum berangkat. Hal ini juga diyakini oleh anggota krunya.
Garriott juga mengatakan bahwa tegangnya hubungan kedua negara tersebut tidak akan memengaruhi para anggota kru Soyuz TMA-13 Rusia. "Kami tegaskan bahwa tidak ada ruang untuk politik di angkasa luar. Kami adalah simbol terhadap apa yang dapat dikerjakan bersama," kata Garriott.
Wahana Soyuz
Garriott dengan para awak ISS dijadwalkan akan tiba kembali ke Bumi pada 24 Oktober dengan menggunakan wahana Soyuz re-entry. Ini membuat para ilmuwan memberi perhatian lebih karena kendaraan tersebut mengalami kerusakan fungsi pada dua penerbangan terakhir. Pihak otoritas angkasa luar Rusia mengatakan bahwa mereka telah memperbaiki masalah itu dan penerbangan pada 24 Oktober aman.
Garriott selalu mengatakan bahwa ia ingin mengikuti jejak sang ayah untuk pergi ke angkasa luar. "Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya percaya bahwa setiap orang akan pergi ke angkasa luar karena saya tahu ada orang yang telah pergi ke angkasa luar," katanya kepada Reuters.
Sejak kecelakaan yang menimpa pesawat ulang alik Columbia pada tahun 2003, Soyuz dipakai untuk membawa para astronot ke ISS. Tekanan untuk memastikan penerbangan yang aman terus menguat setelah pesawat-pesawat ulang alik AS dipensiunkan pada 2010.
Kepala Agen Angkasa Luar AS Anatoly Perminov memberikan tanda bahwa eksplorasi angkasa luar dapat dilakukan dengan prinsip kerja sama, bukan persaingan. "Angkasa luar tidak memiliki batas dan undang-undang Bumi tidak berlaku di sini. Terlepas dari krisis keuangan yang saat ini terjadi di Bumi, Anda dapat melihat bahwa eksplorasi angkasa luar tidak terhenti. Kami membangunnya," ujar Anatoly.

