PADANG, JUMAT - Untuk mencapai target kemenangan 30 persen suara, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dalam waktu dekat akan menyelenggarakan penataran bagi para calon legislatif partai tersebut. Topik utamanya bagaimana cara mendekati calon konstituen atau pemilihnya.
Golkar juga akan mengubah cara berkampanye yang tidak sekadar mendatangkan massa ke tempat kampanye, dengan berpidato, yel-yel, dan berdangdutan. Namun, dengan membuat Partai Golkar benar-benar bermanfaat bagi rakyat, yaitu kegiatan yang dapat membuat pemilih mengucapkan terima kasih dan rasa syukur apabila Partai Golkar memenangkan Pemilu 2009 mendatang.
Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Wapres RI, saat acara silaturahmi dan temu caleg Partai Golkar di Padang, Sumatera Barat, Jumat (10/10) petang.
"Caleg Golkar harus berani masuk ke kampung basis-basis partai lain dan jangan hanya masuk ke basis kampung partainya sendiri. Sebab, kalau masuk ke kampung Partai Golkar itu namanya berburu di kebon binatang. Caleg Golkar harus bisa meyakinkan pemilih partai lainnya mengubah keyakinannya untuk memilih Partai Golkar," tandas Kalla..
Menurut Kalla, caleg Partai Golkar harus masuk untuk berkampanye, misalnya ke kampung-kampung PDI-Perjuangan yang sekarang ini kekeringan atau ke kampung-kampung basis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan partai lainnya. Ada empat hal yang akan dilakukan pemilih jika caleg Partai Golkar benar-benar memberikan mafaat bagi rakyat di wilayah pemilihannya.
"Pertama, mereka akan berterima kasih karena sudah mendapat bantuan. Kedua mereka akan mengatakan wah jika terwujud. Ketiga, mereka mengatakan alhamdulilah jika benar-benar terwujud bantuannya. Keempat, mereka akan mengatakan rasa syukur jika manfaat benar-benar besar dirasakan," jelas Kalla.
Terkait itu, Kalla juga partainya akan menerbitkan 40 juta buku tentang pertanian, tentang agama, tentang perikanan, dan lainnya, yang akan dibawa caleg Partai Golkar untuk dibagikan ke calon pemilihnya. Cara pendekatan kampanye itu akan dilakukan berkali-kali.
"Sampai akhir tahun ini, caleg Partai Golkar harus memberikan manfaat. Pada awal tahun depan, barulah caleg Partai Golkar berani mengajak pemilihnya memilih Partai Golkar. Ini, supaya caleg Partai Golkar benar dekat dengan rakyat dan dikontrol oleh calon pemilihnya," lanjut Kalla.
