Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:29 WIB
Menkeu: Jangan Panik Tapi Waspada
Maya Saputri | Jumat, 10 Oktober 2008 | 19:38 WIB
|
Share:

JAKARTA, JUMAT - Pemerintah mengharapkan semua pihak tidak panik dan dapat menjaga ketenangan menghadapi krisis namun tetap waspada. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai rapat dengan Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda S. Goeltom dan Meneg BUMN Sofyan Djalil di Gedung Depkeu, Jumat (10/10).

Kewaspadaan yang dimaksud, menurut Menkeu, yakni melakukan penyesuaian sesuai kondisi pasar di Amerika Serikat (AS) dan Eropa untuk mengantisipasi situasi pasar uang, pasar modal, perbankan, dan sektor riil.

"Karena kita itu selisih persis 12 jam dengan AS maka imbasnya kita langsung terkena, saat kita tutup maka dia buka. Kalau ada pergerakan itu keniscayaan, maka proses adjustment tidak bisa dieliminir sama sekali, yang bisa dilakukan menjaga proses ini berjalan semulus mungkin," ujarnya.

Mengenai koordinasi dengan Kapolri dan Jaksa Agung, dikatakan Menkeu, keduanya dapat mengetahui situasi terkini karena situasi ini akan banyak tantangan terkait pihak-pihak tertentu yang akan mengambil keuntungan dalam situasi sulit ini.

"Keterlibatan mereka untuk membantu melahirkan mekanisme instan karena sudah ada jaksa dan polisi jadi bila ada kejahatan di perbankan maupun pasar modal dapat segera diatasi bersama, supaya tidak menimbulkan kerugian yang meresahkan masyarakat di situasi sulit ini," jelasnya.