Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:25 WIB
"Buy Back" Hanya Menguntungkan Pemain Saham Asing
Inggried Dwi Wedhaswary | Jumat, 10 Oktober 2008 | 14:48 WIB
|
Share:

JAKARTA, JUMAT - Kebijakan pemerintah yang memerintahkan BUMN untuk melakukan buy back atas saham-sahamnya dipandang mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli sebagai kebijakan yang menguntungkan pemain saham asing. Ia memaparkan, dari sekitar 200.000 pemain di bursa saham, 60 persen adalah pemain saham asing.

"Kalau pakai duit BUMN untuk bailout saham supaya naik sebetulnya yang disubsidi adalah orang asing yang memang mau menjual dan memberikan subsidi elite finansial. Ini karakter pemerintahan SBY. Kalau menyangkut orang asing atau elit segera diambil keputusan. Kalau perlu melanggar UU," kata Rizal dalam diskusi dan jumpa pers di F-PDI-P, Gedung DPR, Jumat (10/10).

Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah tentang buy back tanpa mengadakan RUPS meskipun pemerintah berpandangan tindakan ini tak melanggar ketentuan UU. "Kalau mau buy back, apalagi dalam jumlah, besar harus ada RUPS, ini kan nggak. Semuanya di-by pass. Ini harus dilawan," kata dia.

Jika BUMN memiliki banyak uang, ia menyarankan agar dimanfaatkan untuk membantu sektor riil, menciptakan lapangan kerja dan mendorong kapasitas dalam bidang perekonomian.