Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 12:42 WIB
Harga Elektronik Masih Stabil
Hindra | Jumat, 10 Oktober 2008 | 12:37 WIB
|
Share:

HINDRA
Suasana di pusat barang elektronik Glodok, Jakarta Barat, Jumat (10/10).

TERKAIT:

JAKARTA, JUMAT- Situasi keuangan dunia dan Indonesia saat ini belum mempengaruhi pasar barang elektronik di Jakarta secara signifikan. Kendati harga barang-barang tersebut naik turun mengikuti fluktuasi nilai tukar dollar terhadap rupiah, hingga kini belum ada tanda-tanda adanya kenaikan barang elektronik secara drastis.

Hal ini diakui oleh sejumlah pedagang barang elektronik yang ditemui di pusat barang elektronik Glodok, Jakarta Barat, Jumat (10/10).

Wen-wen atau Wendy, pemilik toko kamera digital, mengatakan, kamera merupakan salah satu barang yang harganya dipengaruhi nilai tukar dollar AS. "Harga hari ini sama besok bisa berubah. Namun, sampai saat ini perbedaan harga tersebut hanya berkisar Rp 50.000 saja," katanya.

Hal yang sama diungkapkan Edo, penjaga toko elektronik rumah tangga. "Untuk televisi dan tape recorder, harganya memang naik turun setiap hari mengikuti dollar, namun perbedaannya hanya sekitar Rp 5.000-Rp 10.000. Lagipula, saat ini persediaan barang-barang ini masih mencukupi," ujar Edo.

Namun, Edo melanjutkan, semakin canggih suatu barang, kenaikannya juga semakin tinggi. "Seperti televisi flat di atas 21 inchi, perbedaan harga setiap harinya bisa mencapai Rp 50.000," katanya.

Jimmy, pemilik toko speaker, juga mengatakan, harga-harga speaker portable saat ini cukup stabil. "Paling banyak, kenaikan Rp 20.000," katanya.

Athai, penjaga toko Play Station 2, mengakui, harga mainan elektronik tersebut juga dipengaruhi oleh Dollar AS. "Kalau dollar naik, harga PS juga bisa goyang. Tapi, perbedaan harganya tidak sampai Rp 50.000 kok," ujarnya.