Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:24 WIB
Baru 60 Persen Kebutuhan Darah di Padang Terpenuhi
Abdi Susanto | Jumat, 10 Oktober 2008 | 00:35 WIB
|
Share:

PADANG, KAMIS  - Kebutuhan darah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 3.000 kantong tiap bulan, baru terpenuhi oleh Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) PMI Padang, sebanyak 60 persen dari jumlah yang ada.
     
"Rata-rata kebutuhan darah 3.000 kantong/bulan atau 100 kantong per harinya, hingga kini yang diperoleh dari pendonor baru 60 persen dan sisanya dari keluarga pasien," kata Kepala UTDC PMI Cabang Padang, Dr. Widyarman, di Padang, Kamis.
     
Hal itu disampaikan Widyarman usai acara pemberian penghargaan kepada sukarelawan yang donor darah 10, 25, 50, 75 dan 100 kali selama 2008.
     
PMI Cabang Padang, juga memberikan piagam penghargaan ke instansi swasta dan dinas yang aktif melakukan donor darah sukarela di lingkungan Kota Padang dan Padang Pariman.
     
Lebih lanjut Widyarman mengatakan, meski kebutuhan darah belum terpenuhi, tetapi jarang yang terjadi kekurangan karena melibatkan pendonor pengganti --keluarga pasien--.
     
Dia juga menilai, animo masyarakat dalam menyumbangkan darah masih kurang dan ke diimbau instansi swasta dan pegawai BUMN serta semua elemen masyarakat untuk ikut aktif donor darah.
     
"Kita tetap berupaya mendorong masyarakat dan berbagai elemen untuk berpartisipasi menyumbangkan darahnya, guna memenuhi kebutuhan darah tiap bulannya di kota itu," katanya dan menambahkan, hingga kini sudah 44 instansi yang aktif.
    
Kebutuhan darah yang dominan di Kota Padang, terhadap pasien yang menderita penyakit atau proses pembedahan, kecelakaan dan melahirkan.
     
Menyinggung adanya keluhan masyarakat yang membeli darah, Widyarman membantah, sebenarnya bukan darah yang dibeli pasien, tetapi pembayaran biaya pengelolaan darah, di antaranya plastik kantong.
     
"Jika ada masyarakat beranggapan darah yang dibeli, penilaian itu keliru, karena yang ada hanya biaya pengolahan darah," tegasnya dan menyebutkan, untuk biaya pengolahan darah pasien di rumah sakit umum Rp100 ribu/kantong dan di swasta seharga Rp125 ribu.
     
Asisten II Setda Kota Padang, Indra Catri, dalam sambutanya pada acara itu, mengajak semua elemen masyarakat dan instansi pemerintah daerah untuk lebih memberikan perhatian kepada PMI, agar programnya selalu berjalan dengan baik.
     
Selain itu, PMI Cabang Padang, juga harus merumuskan program kerjasama dengan berbagai sektor untuk menghimpun donatur-donatur darah, karena setetes darah dibutuhkan untuk keselamatan manusia.
     
"PMI Cabang Padang, perlu mengemas lagi program dan menggiatkan kampanye mari donor darah, sehingga makin banyak donatur darah tetap dan aktif," kata Indra.