MALANG, KAMIS - Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kota Malang meminta warga Malang mewaspadai kemungkinan kembali merebaknya penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini akan muncul kala masyarakat lengah dengan membiarkan air tergenang, sehingga menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati , Kamis (9/10) di Malang. Untuk itu diharapkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan seperti tempat penampungan air, timbunan sampah dan kaleng-kaleng bekas, dan sebagainya. "Jangan sampai semua barang-barang tersebut menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti," ujar Enny.
Selama ini DBD masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak terjadi di Kota Malang selain infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Data di Dinas Kesehatan Kota Malang, tiga bulan awal tahun 2008 jumlah kasus DBD sudah mencapai 174 kasus. Bebe rapa korban di antaranya meninggal dunia.
"Puncak kasus DBD antara bulan Maret-April. Biasanya pada bulan-bulan ini timbul 70-90 kasus DBD," imbuh Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Malang, Nusindrati.
Menurut Nusindrati, daerah-daerah yang rawan muncul DBD adalah permukiman padat dan kotor (banyak kaleng dan barang-barang bekas ditumpuk). Misalnya daerah Sawojajar Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun.
Masyarakat seringnya lupa menumpuk barang dan membuang kaleng-kaleng bekas di lahan kosong di samping rumah. Mereka lupa, kalau barang-barang itu bisa menampung air dan menjadi sarang berkembangbiaknya nyamuk. "Meski sarangnya tidak di rumah kita, namun pergerakan nyamuk itu bisa menjangkau kita juga," ujar Nusindrati.
Sementara itu berdasar prakiraan cuaca Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, pertengahan Oktober ini Malang Raya akan memasuki musim penghujan. Demikian dituturkan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Karangploso, Koswara.
"Akan sering terjadi hujan lokal dan timbul angin kencang. Untuk itu masyarakat harus bisa mempersiapkan diri dengan baik," ujarnya.
Secara umum, cuaca di Malang Raya berawan dan berpeluang hujan lokal, dengan angin bertiup dari timur ke selatan dengan kecepatan 5-45 km/jam, suhu berkisar 20-31 derajat celcius, dan kelembaban antara 50-93 persen.
