MENARA milik perusahaan telekomunikasi tampaknya menjadi pilihan Tirto Ferdiantoro (25) untuk mencoba mengakhiri hidupnya. Tirto tak mampu menahan duka, ketika Umi Cholifah kekasihnya minta putus hubungan.
Dan Tirto pun mengejar cintanya hingga ke menara setinggi 62 meter. Dari atas menara, Tirto membuang baju. Dan tidak lupa, sepucuk surat untuk kekasihnya.
Ulah Tirto entah hanya ancaman atau tak-tik untuk mendapatkan kembali cintanya, atau Tirto benar-benar akan bunuh diri. Tampaknya Tirto serius. Sebab, sebelum menemukan ide memanjat tower itu, Tirto sudah mencoba terjun ke kali lewat pagar jembatan, yang lokasinya hanya berjarak 200 meter dari tower itu.
Mungkin kurang dramatis, jika hanya terjun di jembatan. Lalu bergegaslah Tirto ke tower itu. Warga Desa Karangmulya, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal itu akhirnya jadi tontonan. Dia bertaruh nyawa demi cinta di atas tower di Desa Kajen, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Rabu (8/10) siang.
Umi Cholifah (20), warga Desa Jatibogor, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal sang kekasih pun dihadirkan polisi, untuk membujuk Tirto. Setelah dibujuk berkali-kali oleh polisi maupun pacarnya, ia akhirnya bersedia turun dari tower.
Peristiwa itu sempat mendapat perhatian dari ratusan warga yang ada di sekitar lokasi. Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang dapat terjadi, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) dan pemadam kebakaran juga didatangkan ke lokasi kejadian.
Kepala Polsek Surodadi, Ajun Komisaris Karyono mengatakan, sehari sebelum kejadian, Umi Cholifah sempat melapor ke polisi mengenai rencana bunuh diri yang akan dilakukan pelaku. Menurut keterangan Umi, ia menolak menikah dengan Tirto karena pemuda itu ber perangai buruk.
Nah untuk selanjutnya apakah Umi akan luluh hatinya menerima cinta Tirto? Atau dia tetap pada pendiriannya? Jawabnya ada dalam diri Umi Cholifah.
