Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 07:37 WIB
Waspada! "Bailout" Tak Efektif, Krisis di AS Berlanjut
Maya Saputri | Rabu, 8 Oktober 2008 | 13:24 WIB
|
Share:

JAKARTA, RABU - Krisis makroekonomi yang terjadi di AS masih akan berlanjut ke sesuatu yang lebih dalam dan serius. Pasalnya, paket penyelamatan (bailout) yang digelontorkan sebesar 700 miliar dollar AS itu tidak cukup efektif meredam gejolak dampak krisis yang menyebabkan jatuhnya harga properti di negara tersebut. Demikian pernyataan ekonom Indef dalam diskusi Antisipasi Krisis Keuangan Global di Restoran Bebek Bali, Jakarta, Rabu (8/10).

Isi paket bailout tersebut hanya memuat tiga hal, yakni pertama, diperbolehkannya Pemerintah AS mengucurkan dana hingga 700 miliar dollar AS untuk membeli utang kredit perumahan yang bermasalah secara bertahap. Kedua, dibukanya kemungkinan bagi lembaga penjamin simpanan (Federal Deposit Insurance Corporation/FDIC) untuk menaikkan limit penjaminan dari 100.000 dollar AS menjadi 250.000 dollar AS per orang. Ketiga, FDIC diperbolehkan meminjam dana talangan sebesar apa pun kepada Departemen Perbendaharaan jika dibutuhkan.

Dari ketiga klausul tersebut, dikatakan Ikhsan, tak memuat pasal yang membolehkan intervensi secara langsung pemerintah untuk menopang harga rumah yang justru menjadi kunci persoalan. "Maka bisa diprediksi krisis di AS akan terus berlanjut dan akan lebih banyak lembaga keuangan yang berguguran," ujarnya.