NASHVILLE, RABU — Dengan keunggulan yang diraihnya dalam beberapa jajak pendapat, Barack Obama berharap dapat memantapkan posisinya lewat debat kedua calon presiden AS dengan menghadapi calon presiden AS dari Partai Republik, John McCain. Debat yang akan diwarnai isu keguncangan ekonomi AS itu berlangsung di Belmont University, Nashville.
Kritik keras yang dilemparkan masing-masing kubu calon presiden AS semakin memanas menjelang pemilihan presiden AS 4 pekan mendatang. Debat yang berlangsung Selasa (7/10) malam waktu setempat atau Rabu pagi WIB menawarkan salah satu peluang terakhir bagi McCain lewat tayangan televisi nasional AS untuk menjegal langkah Demokrat yang meningkat popularitasnya karena kenaikan dukungan terhadap Obama di beberapa jajak pendapat terakhir menuju pilpres November mendatang.
Debat tersebut menggunakan format town hall yang memungkinkan pemegang hak suara untuk mengajukan pertanyaan saat Tom Brokaw dari NBC menjadi moderator dalam debat itu. Debat ketiga dan terakhir akan dilangsungkan di Hofstra University, Hempsted, New York, 15 Oktober mendatang.
Menjelang debat kandidat presiden yang digelar Rabu pagi ini di Belmont University di Nashville, Tennessee, McCain berupaya mendongkrak perolehannya. Berulang kali McCain mempertanyakan latar belakang serta kemampuan Obama menjadi orang nomor 1 di AS. Kubu kampanye Obama membalas dengan mengatakan bahwa McCain mengabaikan krisis finansial dunia dan mengalihkan perhatian dari persoalan ekonomi dengan mengungkit masa lalu.
Kandidat wapres dari Republik, Sarah Palin, juga menuduh Obama berteman dengan teroris. Tudingan itu mengarah ke William Ayers, pendiri kelompok militan Weather Underground pada tahun 1960-an yang pernah berada dalam satu dewan amal dengan Obama dan menetap tak jauh dari Obama di Chicago.
Obama balik menuding McCain yang pernah terlibat dalam kasus Charles Keating, terdakwa kasus penipuan sekuritas tahun 1980-an. McCain termasuk dalam salah satu dari ”Keating Five” yang menerima dana dari Keating. Penasihat Obama, David Axelrod, menyatakan, nomine Demokrat itu ingin memfokuskan debat kedua pada masalah ekonomi. "Namun, kami siap menghadapi debat yang sangat agresif apabila debat tersebut sampai mengungkit masalah pribadi."
