Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 04:22 WIB
Mahasiswa RI di Belanda Tolak Kunjungan Anggota DPR
| Selasa, 7 Oktober 2008 | 09:19 WIB
|
Share:

Laporan Wartawan Tribun Batam Yon Daryono

DEN HAAG, SELASA - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda mengeluarkan sikap keperihatinan terkait rencana 12 anggota DPR yang akan melawat ke Eropa tanggal 9 hingga 13 Oktober. Pernyataan itu dikeluarkan Anggota Presidium PPI Belanda Yohanes Widodo kepada Persda Network, Selasa (8/10) di Den Haag, Belanda.

Yohanes mengatakan, sebanyak 12 orang anggota DPR akan ke  Eropa dengan rute Jakarta, Frankfurt, Berlin, Milan, dan kembali ke Jakarta. Untuk itu PPI Belanda khawatir lawatan tersebut hanya untuk membalut agenda jalan-jalan dengan alasan studi banding ke Bank Sentral Jerman mengenai Peran dan Kewenangan Bank Sentral.

PPI Belanda mendapat informasi bahwa perjalanan yang dibiayai dengan uang rakyat itu hanya resmi bekerja 1 jam untuk bertemu mitra di Bank Sentral Jerman. Sisanya merupakan agenda city tour dan sightseeing.

Berdasarkan informasi tersebut, maka PPI Belanda menyatakan sikap. Pertama, memboikot dan menolak kunjungan anggota DPR RI yang melakukan aji mumpung dengan plesiran ke luar negeri dengan kamuflase studi banding.

Kedua, penolakan ini didasarkan pada pertimbangan DPR tidak memiliki sense of crisis di tengah kemiskinan dan utang Indonesia yang masih banyak. Jika sekadar studi banding dan pengumpulan data, maka tugas itu bisa dilakukan dan diwakilkan oleh para mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang akan dikunjungi, dengan berkoordinasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Atau jika tujuannya untuk belajar bisa dilakukan dengan cara mengundang pejabat Bank Sentral Jerman ke Indonesia.

Ketiga, menyerukan para mahasiswa di Jakarta untuk menahan keberangkatan rombongan anggota DPR di bandara. Dan keempat, menyerukan para mahasiswa di Jerman untuk memboikot dan menolak kedatangan rombongan anggota DPR tersebut.

“Kegiatan plesiran anggota DPR yang dibungkus sebagai studi banding, menunjukkan bahwa anggota DPR sangat kebal terhadap kritik dan lagi-lagi menunjukkan perilaku memalukan,” ujar Yohanes mewakili Presidium PPI Belanda.

Sumber :
Persda Network