Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 12:20 WIB
Kereta Ekonomi Dominasi 81 Persen Arus Balik
Aloysius Budi Kurniawan | Senin, 6 Oktober 2008 | 20:57 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Pemudik antre menaiki rangkaian Kereta Api Ekonomi Kertajaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (19/9).

SURABAYA, SENIN - Moda transportasi kereta khususnya kereta kelas ekonomi masih menjadi andalan masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran. Pada H+5 lebaran, volume penumpang kereta kelas ekonomi mendominasi 81 persen dari total jumlah penumpang kereta di semua kelas.

Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasional (PT KA Daop) VIII Surabaya Sugeng Priyono, Senin (6/10) di Surabaya mengatakan, dari total 39.121 orangpenumpang KA H+5 lebaran , 31.660 orang di antaranya adalah penumpang KA kelas ekonomi. Sementara itu, jumlah penumpang KA kelas bisnis hanya 3.976 orang dan KA kelas eksekutif 3.485 orang.

Hingga H+6 Lebaran, puncak volume penumpang kereta terjadi pada H+2 lebaran sebanyak 41.686 orang. Jumlah ini lebih tinggi dari puncak arus penumpang tahun 2007 khususnya pada H+8 lebaran sebanyak 36.600 penumpang.

Pada Senin (6/10) arus balik lebaran masih tinggi khususnya pada kereta ekonomi jarak pendek. Keramaian masih akan berlanjut hingga pekan depan, saat anak-anak mulai masuk sekolah.

"Seperti kecenderungan tahun lalu, angkutan kereta pada hari ini masih dipadati penumpang kelas ekonomi untuk jarak pendek," kata Sugeng.

1.341 Penumpang liar

Kepala PT KA Daop VIII Mulianta Sinulingga mengungkapkan, sejak H-10 lebaran hingga H+4 operasi penertiban penumpang terus dilakukan baik untuk kereta api lokal maupun jarak jauh. Dalam kurun waktu tersebut, di PT KA berhasil menjaring sekitar 1.341 penumpang liar.

Menurut Mulianta, penumpang-penumpang tersebut ditemukan saat dilakukan operasi penumpang serentak di beberapa stasiun. Di Stasiun Kota Surabaya ditemukan 389 penumpang liar, di Stasiun Gubeng 189 penumpang liar, di Stasiun Pasar Turi 420 penumpang liar, di Stasiun Wonokromo 132 penumpang liar, di Stasiun Babat 68 penumpang liar, dan di Stasiun Malang 143 penumpang liar.

Berdasarkan peraturan, sangsi bagi penumpang yang kedapatan tidak membawa tiket adalah keharusan membayar denda dua kali harga tiket. Namun demikian, PT KA selama ini masih memberikan kelonggaran. Jika penumpang terbukti tak membawa tiket, mereka hanya ditawari dua opsi yaitu diturunkan dari kereta atau membayar tiket sesuai harga sebenarnya.

Untuk membantu pengamanan dalam kereta, di setiap stasiun disiagakan sembilan petugas keamanan internal dan dua petugas dari kepolisian serta POM TNI AL. Mereka menjaga setiap kereta atau gerbong.