Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 12:19 WIB
Hutan Saradan Terbakar
Antonius Ponco A | Minggu, 5 Oktober 2008 | 20:04 WIB
|
Share:

MADIUN,KOMPAS-Tiga titik api muncul dalam waktu hampir bersamaan di wilayah Resor Pemangkuan Hutan Pepe, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Petung, Kesatuan Pemangkuan Hutan Saradan, Minggu (5/10). Petugas curiga titik api sengaja dimunculkan untuk mengalihkan perhatian petugas.

Berdasarkan pengamatan Kompas , titik api terlihat muncul di petak 33 C, 36 B, dan 46 A. Api membakar daun-daun kering yang berada di bawah tegakan pohon jati berusia sekitar 25 tahun, dan membakar batang bagian bawah pohon jati tersebut.

Angin yang bertiup kencang ditambah panasnya suhu udara membuat api dengan cepat meluas, membakar sedikitnya lima hektar areal di dalam hutan. Untungnya, asap yang ditimbulkan tidak bertiup ke arah Jalan Raya Saradan yang merupakan jalur utama di selatan Jawa Timur. Padahal lokasi kebakaran dengan jalan sekitar 2 kilometer.

Ada sedikitnya sepuluh petugas KPH Saradan yang berupaya memadamkan api. Namun mereka kewalahan karena cepatnya api meluas dan suhu udara yang panas. Selain itu, untuk memadamkan api, mereka hanya menggunakan cara tradisional dengan memukulkan ranting dedaunan ke arah api. Dua petugas KPH Saradan bahkan dilaporkan hampir pingsan karena kehabisan air minum dan terlalu banyak menghirup asap.

Menurut sejumlah petugas, tiga titik api yang muncul di tengah hutan ini muncul pada waktu hampir bersamaan, sekitar pukul 10.30 WIB. Kemudian petugas baru bisa memadamkan api sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas belum bisa mencatat berapa kerugian akibat kebakaran ini.

Mursito, salah satu petugas KPH Saradan, curiga api sengaja dimunculkan pencuri kayu untuk mengalihkan perhatian petugas. Pasalnya, ketiga titik api muncul pada waktu hampir bersamaan dan terjadi di tengah hutan yang tidak mungkin didatangi orang.

"Dengan adanya kebakaran, petugas akan disibukkan memadamkan api. Namun di tempat lain, pencuri dengan mudah menebang dan mencuri kayu," ujar Mursito. Untuk mencegah ini, petugas KPH Saradan telah berbagi tugas, yaitu tidak semua petugas dikerahkan untuk memadamkan api.