JAKARTA, SABTU-Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengemukakan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan berpasangan kembali dengan Wapres Jusuf Kalla dalam Pilpres 2009, sudah tepat. "Saya kira SBY dan JK harus cocok berpasangan kembali, karena peluangnya lebih besar," ujar Arbi Sanit menjawab Persda, Sabtu (4/10).
Berdasarkan survei-survei, kata Arbi, kans SBY sebagai kandidat capres lebih tinggi dibandingkan Megawati yang berada diurutan kedua. Sedangkan capres-capres lainnya jauh berada dibawah dengan suara hanya dibawah 10 persen. "Dengan SBY mengumumkan akan mencalonkan diri lagi menjadi capres maka ruang spekulasi untuk capres semakin mengecil," tegasnya.
Menurut Arbi, capres-capres seperti Wiranto, Sutiyoso, Prabowo Subianto, hanyalah mengejar ambisi pribadi belaka yang tidak ada untungnya bagi rakyat. "Mereka itu hanya ngerecoki saja, tidak ada yang bisa diandalkan. Mereka hanya untuk mengejar ambisi pribadi saja demi kekuasaan semata. Sutiyoso mau jadi presiden, ntar kerjanya menggusur orang saja," tandasnya.
Ditanya bagaimana kalau Megawati mengusung salah satu dari mereka menjadi cawapres, Arbi Sanit menyatakan Mega tidak akan mungkin memilih mereka menjadi pendampingnya. "Apa bodoh Mega dengan memilih mereka. Pasti Mega tidak akan mau," tegasnya.
Menjawab apakah tidak mungkin Partai Golkar nantinya akan mencalonkan Jusuf Kalla sebagai capres, Arbi Sanit malah meragukan itu. "JK jadi capres, siapa yang akan milih dia. Dia itu bukan orang Jawa. Presiden itu harus orang Jawa, wapresnya boleh dari luar jawa, itu rumusan yang sudah pasti. Mungkin baru 1000 tahun lagi bisa dari luar Jawa," paparnya.(Persda Network/Johnson Simanjuntak)

