Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 01:40 WIB
Angkut Korban Tenggelam, Kapal Dephub Tiba di Malaysia
Haryo Damardono | Kamis, 2 Oktober 2008 | 11:37 WIB
|
Share:

Laporan wartawan Kompas Haryo Damardono  

JAKARTA, KAMIS-Juru bicara Departemen Perhubungan Bambang S Ervan menginformasikan Kapal Negara (KN) Sarotama milik Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai atau Indonesian Coast Guard, dijadwalkan merapat di Pelabuhan Barat, Port Klang, Malaysia, Kamis (2/10) pukul 13.00 waktu setempat.

Menurut Bambang Ervan, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Tatang Razak menginformasikan KN Sarotama sebenarnya telah tiba di Port Klang, Kamis (2/10) pukul 06.30 waktu setempat, tetapi masih menunggu sejumlah clearance dari Otoritas Pelabuhan setempat.

Dephub mengirim kapal itu, untuk mengangkut pulang tenaga kerja Indonesia korban kapal tongkang yang tenggelam di perairan Pelabuhan Barat, Port Klang, Malaysia, Selasa lalu. Pengiriman kapal itu berdasar permintaan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Da'i Bachtiar kepada Menteri Jusman, Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB , ujar Bambang Ervan. KN Sarotama yang dikirim karena dekat berpangkalan di Tanjung Uban, Riau, tidak terlalu jauh dari Malaysia.

Saat ini, KBRI sedang mengurus administrasi agar KN Sarotama bisa segera keluar dari Port Klang, sedangkan imigrasi Malaysia sedang memeriksa status Tenaga Kerja Indonesia yang sebelumnya ikut kapal naas itu, ujar Bambang.

Kini, kata Bambang, 98 orang TKI ditampung sementara di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sedangkan 18 korban dirawat Hospital Tengku Ampuan Rahimah Klang.

Ketika tenggelam, kapal tongkang berkapasitas 70 orang tersebut bermuatan 140 penumpang. Menurut dugaan sementara, kapal tenggelam karena kelebihan muatan, dan diterjang gelombang tinggi.

"Kami menyebutnya tongkang sayur. Bila kapal regular menyeberangi Selat Malaka dalam 4-5 jam, tongkang sayur menyeberangi selat itu selama 8 jam," ujar Bambang Ervan, yang kebetulan hingga tahun 2007 menjabat sebagai Atase Perhubungan di KBRI di Malaysia. 

Siang ini pula, wartawan Kompas Agnes Rita S, yang biasa bertugas di Padang, Sumatera Barat, telah tiba di Port Klang, Malaysia, untuk meliput langsung kecelakaan kapal itu.